Ketika hidup yang indah, ketika hidup masih memberikan banyak harapan dan kebahagian semuanya terasa sempurna. Dan bila itu semua hanya mimpi pasti semua manusia tak ingin bangun.
Tapi, itu bukan mimpi. Itu nyata. Hidup mereka pernah indah dan sempurna sampai suatu hari Tuhan memutar 180 derajat kehidupan mereka.
Harapan-harapan yang pernah mereka punya, sirna begitu saja. Kepergian orang-orang tercinta semakin memperburuk keadaan.
Namun, manusia harus tetap bertaha. Manusia harus tetap melanjutkan hidup.
Dua hal yang mereka pelajari adalah "Hidup tak selamanya berjalan mulus" dan "Kadang, hidup tak berjalan sesuai rencana".
[Side's Story of Favorably]
Terkadang, rasa cinta yang awalnya indah bisa berbalik menyerangmu. Dan Cinta yang kamu agung-agungkan, bisa memutar balik hidupmu dalam sekejab mata.
Setiap manusia memiliki ekspektasi dalam cinta. Berharap terus begini, berharap terus begitu. Tapi, mereka tidak sadar seperti apa jenis harapan yang sedang mereka khayalkan.
Mereka tidak tau konsekuensinya.
Mereka lupa mempersiapkan diri unruk menghadapinya.
Rasa sakit yang bertubi-tubi itu, mencabik-cabik hatimu hingga kamu melupakan fakta bahwa setiap manusia berhak dicintai.[]
@TeenlitIndonesia