Atualizamos nossas Diretrizes de Conteúdo.
Consulte as diretrizes mais recentes para continuar compartilhando histórias com segurança.
Saiba mais
IAN
  • WpView
    Leituras 344
  • WpVote
    Votos 24
  • WpPart
    Capítulos 5
WpMetadataReadConcluída qui, jun 29, 2017
WpInfo
Ficção
Romance
Semesta ini hanya ilusiku atau intuisiku? Alampun seperti menyimpan kata - katanya dengan hembusan angin yang lembut di wajahku. Bumipun tahu bahwa aku berbicara padanya. Namun, mengapa langit bisa mendengar? Anna ingin bertanya apakah ini karma atau sebuah jalan terbaik. Bukan masalah waktu atau keadaan tapi, hatimu. Bagaimana rasanya menjadi perempuan pertama dibonceng ian? Ian selalu menjunjung tinggi kesopanannya dihadapan perempuan karena menurutnya kelak ditelapak kaki perempuan itu ada surga bagi seorang anak. Ian tidak memprioritaskan perempuan yang dicintainya karena belum menjadi istri.
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Eliinaa
  • Janji Biru dalam Mawar Biru
  • Langit Senja
  • Wrong Turn, Embryo!
  • SHETAN
  • SELEPAS KAU PERGI (COMPLETED)
  • CHEOSSARANG (Complete)
  • PASSIVE VOICE (END)
  • PLUTO
  • A Symbiotic
Eliinaa

Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kata 'Rumah' ? Tempat nyaman dipenuhi kehangatan? Tempat berlindung dari terpaan badai kehidupan? Pasti itu kan yang terlintas di benak kalian? Sayangnya, 'Rumah' yang ada di kehidupanku jauh berbeda dari semua itu. Kehangatan berubah menjadi kepedihan. Tempat yang seharusnya jadi tempat berlindung justru jadi tempat yang paling membuatku tertekan. Aku tidak iri, sungguh. Aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya ketika dipeluk oleh ayah dan ibu dengan penuh kasih sayang. Sarapan bersama ayah, ibu, kakak dan aku di pagi hari sambil tertawa ria karena masakan ibu yang gosong mungkin? atau jatuh dari motor saat sedang belajar mengendarainya lalu ayah akan datang dan membantuku berdiri, menenangkanku sambil berkata "Gapapa, ini biasa terjadi kok kalo lagi belajar, pernah dengar pepatah 'kamu nggak bakal bisa berdiri kalau nggak pernah jatuh' kan? Nah, kasus kamu sekarang sama kayak pepatah yang ayah bilang tadi." ? atau saat adzan tiba, ayah akan mengajak ibu, kakak dan aku untuk sholat berjamaah dengan ayah sebagai imamnya ? atau mungkin menjahili kakak yang sedang sibuk belajar lalu aku akan dihadiahi kejar-kejar an dan berakhir dengan aku yang terjatuh lalu menangis, kemudian ibu akan datang mengobati lukaku akibat aksi kejar kejar an tadi sambil mengoceh? Benar-benar keluarga impian bukan? Ya, benar, karena itu 'keluarga impian' maka itu hanya akan jadi 'mimpi' saja. Itu tidak terjadi di kehidupan nyata. Ya, mungkin ada, tapi bukan kehidupanku. Sekarang, rumah sudah tidak lagi menjadi tempat ternyaman dan penuh kehangatan seperti yang kurasakan dulu. Kini rumah hanya menjadi tempat berteduh dari panas dan hujan. Aku telah kehilangan, dan rasa kehilangan ini telah membuatku takut untuk memiliki.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo