غلاف قصة IAN بقلم gubahan04
IAN
  • WpView
    مقروء 343
  • WpVote
    صوت 24
  • WpPart
    فصول 5
  • WpView
    مقروء 343
  • WpVote
    صوت 24
  • WpPart
    فصول 5
مكتمِلة، تم نشرها في مارس ٣٠, ٢٠١٧
Semesta ini hanya ilusiku atau intuisiku? Alampun seperti menyimpan kata - katanya dengan hembusan angin yang lembut di wajahku. Bumipun tahu bahwa aku berbicara padanya. Namun, mengapa langit bisa mendengar? 

Anna ingin bertanya apakah ini karma atau sebuah jalan terbaik.
Bukan masalah waktu atau keadaan tapi, hatimu.

Bagaimana rasanya menjadi perempuan pertama dibonceng ian? Ian selalu menjunjung tinggi kesopanannya dihadapan perempuan karena menurutnya kelak ditelapak kaki perempuan itu ada surga bagi seorang anak. Ian tidak memprioritaskan perempuan yang dicintainya karena belum menjadi istri.
جميع الحقوق محفوظة
قم بالتسجيل كي تُضيف IAN إلى مكتبتك وتتلقى التحديثات
أو
إرشادات المحتوى
قد تعجبك أيضاً
Vericha Aflyn ✔️ بقلم Icacty_
58 أجزاء مكتمِلة
#Judul awal 180 degree.# Vericha Aflyn. Perempuan yang akan menginjak usia 17 tahun, dalam beberapa bulan lagi. Dia bukan perempuan yang haus akan popularitas, bukan pula perempuan polos. Dia hanya perempuan biasa-biasa saja, dengan kisah yang tak biasa. Dia hanya perempuan biasa, yang mendambakan bahagia. Orang baru dan cerita baru, menghiasi hari-harinya. Tuduhan, siksaan, dan cibiran ia dapatkan. Mampu kah dia bertahan? Atau harus menyerah dengan keadaan? ---------- "Jangan pergi! Ini perintah, bukan permintaan!" Icha kembali menutup matanya, membuat air mata yang tertahan di pelupuk matanya terjatuh. Dadanya semakin terasa sesak, mungkin kah dia bisa bertahan? "H-hanya sebentar!" pinta Icha dengan lemah. "Lo harus janji, bakalan bangun lagi!" Setelah itu Icha hanya mengangguk, lalu bersandar di dada Isan. "Lo y-yang harus bangunin gue." Isan mengelus rambut Icha lembut, hati Isan terasa di cubit, saat dia dapat mendengar suara nafas Icha yang teratur. Isan meraih tangan kanan Icha, dan langsung menempelkan di dadanya. Mencoba memberi tahu Icha, tentang keadaan hatinya. Tak berselang lama, Isan di buat terkejut. Debaran jantungnya terasa berhenti, dengan nafas yang tercekat. Tangan Icha jatuh begitu saja di pahanya, nafasnya pun terputus-putus. Isan menggelengkan kepalanya dengan air mata yang sudah bercucuran. Dia dekap erat tubuh Icha, menahannya agar tak pergi. Matanya menatap hamparan bintang, dan indahnya bulan. Memohon keajaiban, dan meminta kesempatan. Isan berteriak lantang, menyerukan nama Icha. Memanggilnya untuk kembali. "ICHA!!"
PLUTO بقلم DerenxaZilantov
11 أجزاء مكتمِلة
Ini kisah ku... Kisah kasih ku dan Ini tentang luka ku. "cinta akan datang pada dia yang masih berharap" Pfft... kata dan makna itu hanya HOAX!!! Menunggu? Hanya menyisakan luka. Berharap? Hanya meninggal kan bekas luka. Menyayangi? Hanya menbuat hati perih. Berawal dari sebuah perkenalan dan berakhir dengan perpisahan. My heart... Tidak akan ada yang akan mengerti dengan perasaan ku. Kepada siapa aku akan bersandar? Kehati siapa hati ku akan berlabuh? Tubuh siapa yang mau melindungi ku? Aku ingin berteriak! Kenapa aku bisa menyayanginya? Bagaimana cara 'tuk berhenti memikirkan nya? terlalu banyak pertanyaan dan pernyataan yang mengisi pikiran ku. Aku selalu meyakinkan hati, bahwa sebentar lagi dia akan tiba. Pahlawanmu akan datang, pangeran mu akan datang menjemput mu, cinta mu akan datang pada pemilik nya. Namun keyakinan itu mulai goyah... Hati Ini sudah lelah menanti, hati ku sudah kadarluasa bila dia sudah mendapat kan karma, dan muncul pertanyaan yang begitu menonjol. LUPAKAN ATAU BERTAHAN? Forget It Or Hang On ========================== Seorang gadis SMA yang baru memasuki kelas XI Ipa 2 mengalami 'First Sight Love' pada saat ajang perkenalan diri. Berawal dari perasaan kagum tumbuh menjadi benih cinta yang tak terelakkan. Bahkan dia sendiri tidak tau kenapa hal tersebut bisa tumbuh. Namun apa jadinya nya jika cowok yang di sukai gadis tersebut hanya bersikap cuek pada nya? Cowok egois itu kadang bersikap memperhatikan gadis itu namun di kala waktu ia menyakiti secara tidak langsung. Pada puncak nya, gadis tersebut harus dihadapkan pada sebuah insiden yang melibatkan teman nya. Ujian untuk keteguhan hatinya. Memilih antara dua pilihan demi ke depan nya. "Membuka hati untuk yang lebih jelas, atau tetap bertahan pada keputusan pertama nya" Dan teman diantara dua pilihan tersebut...
Jovanka dan Abang Kembar بقلم LeenooYed
65 أجزاء مستمرّة
Hendra dan Narendra Dewantara terlahir dengan beban yang tak mereka mengerti. Sejak kecil, mereka harus mendengar bisikan-bisikan bahwa mereka adalah anak pembawa sial. Namun, di balik semua itu, mereka masih memiliki kasih sayang dari kedua orang tua mereka-setidaknya hingga bayi kecil itu lahir. Jovanka, adik bungsu mereka, hadir ke dunia dengan membawa perubahan besar. Kehadirannya mengubah segalanya. Orang tua mereka, Dewantara dan Cinthya, yang dulu begitu menyayangi mereka, perlahan menjauh. Semua perhatian, semua kasih sayang, semua harapan yang dulu diberikan untuk mereka, kini hanya tertuju pada satu sosok-Jovanka. Hendra dan Narendra tumbuh dengan kebencian yang tak mereka pahami. Bagi mereka, Jovanka adalah alasan mereka kehilangan orang tua. Bayi mungil itu adalah penyebab semua kehancuran. Maka, tanpa sadar, mereka ikut menjauh. Mereka membiarkan adik mereka tumbuh sendirian dalam dingin, tanpa pelukan hangat seorang kakak. Namun, waktu mengajarkan mereka banyak hal. Perlahan, kebenaran terungkap. Luka yang selama ini mereka kira milik mereka saja, ternyata juga terukir dalam diri Jovanka. Dan saat mereka menyadari itu, sudah terlambat. Adik mereka telah berjalan terlalu jauh dalam gelap, terjebak dalam luka yang tak pernah mereka lihat. Kini, di antara penyesalan dan keinginan untuk menebus segalanya, Hendra dan Narendra berjanji. Mereka tidak akan membiarkan Jovanka menghadapi semuanya sendirian lagi. Tidak peduli berapa banyak duri yang harus mereka lalui, tidak peduli seberapa terlambat mereka menyadarinya-mereka akan memastikan adik mereka tidak lagi merasa sendirian. Namun, apakah cinta dan penyesalan cukup untuk menyembuhkan luka yang telah terukir begitu dalam? Ataukah semua ini sudah terlambat? Karena tak peduli seberapa besar keinginan mereka untuk melindungi, pada akhirnya hanya ada satu pertanyaan yang harus dijawab: apakah seorang pangeran yang telah kehilangan mahkotanya masih bisa menemukan rumahnya?
Eliinaa بقلم vfryfrljnvsnmtm
5 فصول مكتمِلة
Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kata 'Rumah' ? Tempat nyaman dipenuhi kehangatan? Tempat berlindung dari terpaan badai kehidupan? Pasti itu kan yang terlintas di benak kalian? Sayangnya, 'Rumah' yang ada di kehidupanku jauh berbeda dari semua itu. Kehangatan berubah menjadi kepedihan. Tempat yang seharusnya jadi tempat berlindung justru jadi tempat yang paling membuatku tertekan. Aku tidak iri, sungguh. Aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya ketika dipeluk oleh ayah dan ibu dengan penuh kasih sayang. Sarapan bersama ayah, ibu, kakak dan aku di pagi hari sambil tertawa ria karena masakan ibu yang gosong mungkin? atau jatuh dari motor saat sedang belajar mengendarainya lalu ayah akan datang dan membantuku berdiri, menenangkanku sambil berkata "Gapapa, ini biasa terjadi kok kalo lagi belajar, pernah dengar pepatah 'kamu nggak bakal bisa berdiri kalau nggak pernah jatuh' kan? Nah, kasus kamu sekarang sama kayak pepatah yang ayah bilang tadi." ? atau saat adzan tiba, ayah akan mengajak ibu, kakak dan aku untuk sholat berjamaah dengan ayah sebagai imamnya ? atau mungkin menjahili kakak yang sedang sibuk belajar lalu aku akan dihadiahi kejar-kejar an dan berakhir dengan aku yang terjatuh lalu menangis, kemudian ibu akan datang mengobati lukaku akibat aksi kejar kejar an tadi sambil mengoceh? Benar-benar keluarga impian bukan? Ya, benar, karena itu 'keluarga impian' maka itu hanya akan jadi 'mimpi' saja. Itu tidak terjadi di kehidupan nyata. Ya, mungkin ada, tapi bukan kehidupanku. Sekarang, rumah sudah tidak lagi menjadi tempat ternyaman dan penuh kehangatan seperti yang kurasakan dulu. Kini rumah hanya menjadi tempat berteduh dari panas dan hujan. Aku telah kehilangan, dan rasa kehilangan ini telah membuatku takut untuk memiliki.