Story cover for The Last Tears by queenoftherain
The Last Tears
  • WpView
    LECTURAS 22,167
  • WpVote
    Votos 2,703
  • WpPart
    Partes 12
  • WpView
    LECTURAS 22,167
  • WpVote
    Votos 2,703
  • WpPart
    Partes 12
Continúa, Has publicado mar 30, 2017
Ini cuma cerita biasa, tentang dua orang remaja berbeda yang punya keunikan masing masing. Alanis Prillyta Askarani, gadis yang hampir obesitas dan kekurangan sel otak a.k.a bodoh kebangetan berpacaran dengan Alyasa Gallendra, si kidal yang manis dan jenius. Buat Ali, sejelek apapun Prilly, gadis itu tetap saja gadis istimewanya. Gadis yang Ali percaya akan menjadi teman hidupnya, sekarang dan sampai selamanya.

Gak ada hal yang lebih indah selain bersama Prilly. Sampai akhirnya, semuanya direnggut sebuah kenyataan pahit. Pengorbanan dari Ali gak ada artinya lagi. Semuanya hilang, bagai sebuah daun yang diletakkan di pasir pantai. Hilang terbawa deburan ombak.

Satu hal, Ali selalu mencintai Prilly. Sekarang, besok, dan sejuta tahun ke depan. Sampai nggak ada lagi tangisan sedih dan digantikan tangisan bahagia.
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir The Last Tears a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Stay (Away) de hazelaice
64 partes Concluida
⚠️Cerita Mengandung Bawang⚠️ "Lo maunya apa sih?!" Prilly mengeluarkan seringai menggodanya. Tangannya terulur menuju kerah seragam Ali, ia menarik kerah Ali hingga tubuh Ali terhempas mendekat ke arahnya. Lantas ia berbisik dengan suara seraknya, "Lo tanya mau gue? Mau gue itu cuma hati lo." "Murahan," ujar Ali sarkastik sambil menarik tubuhnya menjauh. Prilly masih mempertahankan seringaiannya. "Gue gak bakal semurahan ini kalo lo gak jual mahal sama gue," balas Prilly berusaha memepetkan tubuhnya kepada Ali. Hal itu membuat Ali berdengus jijik, enggan luluh dengan sikap Prilly. "Cih, dasar jalang!" Prilly menatap tepat di bola mata Ali, ia memonyongkan bibirnya dan memajukan dirinya seperti ingin mencium Ali. Tetapi, hal itu tentu hanya sebuah gertakan saja. "Gue gak bakal jadi jalang, kalo lo gak nolak cinta gue!" Prilly berteriak kencang tanpa memikirkan harga dirinya lagi. "Tapi, gue udah punya pacar!" Ali berdesis sembari menatap tajam Prilly. "Putusin pacar lo, terus jadian sama gue. Gampang 'kan?" Ucapan enteng Prilly membuat emosi Ali tersulut. "Lo gak cinta sama gue tapi lo terobsesi buat milikin gue. Dan itu buat lo gila!" Prilly berdecih, "Iya. Gue gila. Dan itu semua, karena lo!" Dua tahun bukanlah waktu yang singkat bagi Prilly untuk mengejar Ali dengan cara-cara murahan, dan hasilnya ia selalu ditolak mentah-mentah oleh Ali. Ini semua berawal dari Prilly yang sering mengumbar gombalan kepada laki-laki di kelasnya dan Ali adalah salah satunya, dan itu semua berakhir pada perasaan semu yang nyata. Awalnya Ali tidak pernah menganggap serius gombalan Prilly, tetapi Prilly mulai melakukan tingkah konyol, seperti saat Prilly mengumumkan kepada seluruh teman sekelasnya bahwa mereka resmi berpacaran. Hal itu membuat Ali muak dan membenci Prilly. Oleh karena tingkah murahan Prilly, Ali tidak ingin berinteraksi selayaknya teman sekelas kepada Prilly. Seringkali Ali menyuruh Prilly menjauh, namun selalu dibantah dan Prilly memilih untuk b
Quizás también te guste
Slide 1 of 10
My Annoying Fiance cover
Fragile cover
STUPID COUPLE ~ Ali^Prilly cover
You Broke My Heart*editing* cover
I Feel You Real cover
Cewek Tomboy Is Perfect cover
Malaikat Terindah cover
LOVE YOU, PRILLY ( COMPLETED ) cover
Suatu Hari Nanti cover
Stay (Away) cover

My Annoying Fiance

39 partes Concluida

(REVISI) [𝙱𝚞𝚍𝚊𝚢𝚊𝚔𝚊𝚗 𝙵𝚘𝚕𝚕𝚘𝚠 𝚂𝚎𝚋𝚎𝚕𝚞𝚖 𝙼𝚎𝚖𝚋𝚊𝚌𝚊!] Namanya Prilly Aqilla Auristela setidaknya itulah yang tertulis di akta kelahiran. Prilly seorang gadis dengan paras cantik namun menyebalkan. Mendapat julukan annoying fiance dari mantan pacar lima tahunnya. Yang sekarang merangkap menjadi tunangannya beberapa minggu lalu. *** "Siapa yang kamu bilang setan?" potong Ali cepet. Seperti bau-bau tak enak. "Eh itu anu setan, itu emm ... Tadi ada bayangan nah iya ada bayangan kirain setan," Ngeles Prilly membuat Ali mendengus. "Bayangan apa? Terus bayangannya mana? " tanya Ali membuat Prilly menunjuk sesuatu disamping Ali. Spontan Ali segera menoleh, ia tidak melihat apapun selain bayangan dirinya dan sofa. Ali yang mengerti segera melihat sang pelaku. Namun pelakunya sudah tidak ada di tempat. "PRILLY!"