Story cover for The Last Tears by queenoftherain
The Last Tears
  • WpView
    LECTURAS 22,165
  • WpVote
    Votos 2,703
  • WpPart
    Partes 12
  • WpView
    LECTURAS 22,165
  • WpVote
    Votos 2,703
  • WpPart
    Partes 12
Continúa, Has publicado mar 30, 2017
Ini cuma cerita biasa, tentang dua orang remaja berbeda yang punya keunikan masing masing. Alanis Prillyta Askarani, gadis yang hampir obesitas dan kekurangan sel otak a.k.a bodoh kebangetan berpacaran dengan Alyasa Gallendra, si kidal yang manis dan jenius. Buat Ali, sejelek apapun Prilly, gadis itu tetap saja gadis istimewanya. Gadis yang Ali percaya akan menjadi teman hidupnya, sekarang dan sampai selamanya.

Gak ada hal yang lebih indah selain bersama Prilly. Sampai akhirnya, semuanya direnggut sebuah kenyataan pahit. Pengorbanan dari Ali gak ada artinya lagi. Semuanya hilang, bagai sebuah daun yang diletakkan di pasir pantai. Hilang terbawa deburan ombak.

Satu hal, Ali selalu mencintai Prilly. Sekarang, besok, dan sejuta tahun ke depan. Sampai nggak ada lagi tangisan sedih dan digantikan tangisan bahagia.
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir The Last Tears a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#26prilly
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Dia Bahagiaku de HalloTia
19 partes Concluida
Prilly merebahkan dirinya di kasur yang sudah sepuluh tahun ia tinggalkan ke Amerika. Dia rindu bermain dengan Alan. Tetangga samping rumahnya yang dulu sering bermain dengan dia. Tapi, yang sebenarnya Prilly rindukan adalah kembaran Alan. Dari kecil, ia tidak pernah mau diajak main bersama. Sampai terakhir, dia ingin mengatakan iya menerima tawaran Prilly tapi dia urungkan karena tiba-tiba Alan datang. "Pril, ayo ke rumah Om Marafa."panggil Airi, bunda Prilly. "Wahh... Prilly makin cantik aja."Nura, mama Alan berkata ketika keluarga Prilly sampai di rumahnya. "Makasih tan."Prilly. "Prilly??"Alan berlari memeluk Prilly. "Hai Lan?" "Lho, anak kamu yang satunya mana?"Tanya Izama, ayah Prilly. "Dia jadi berandalan Za. Dia nggak pernah dengerin aku lagi."Marafa. Izama hanya mengangguk. Dia tahu, sebenarnya Rafa yang tidak pernah mendengarkan si kembar yang satu lagi. Memang benar, Prilly dekat dengan Alan tapi dia dekat dengan si kembar satunya. Anak itu sering menangis dipelukannya dan cerita kalau ayah dan bundanya selalu pilih kasih. Dia tidak sepintar Alan, dia tidak pernah bisa dibanggakan karena nakal dan selalu bikin ulah. Tapi Izama lebih menyukainya, karena dia memiliki skill beladiri yang tinggi, pendengaran dan penglihatannya sangat sensitive, Izama berencana menjadikan dia penerusnya di bidang sniper dalam satuan KOPASSUS. "Ali, kamu darimana?"Rafa mulai emosi. "Sekolah, Ali kan pakai seragam, ohh... atau ayah nggak pernah merhatiin Ali, basi."Ali hanya berdiri diam, tidak menoleh sama sekali. "Kok bajunya kotor gitu Li? Kamu berantem lagi?" "Apa peduli bunda sih? Anak kesayangan bunda Alan kan? Ali nomor terakhir, cuma sampah yang seharusnya dibuang."Ali berjalan ke kamarnya. Ini cerita pertamaku, tolong dibaca ya? kalau suka silahkan di vote, kalau ada kekurangan silahkan di coment, terimakasih semua.
Quizás también te guste
Slide 1 of 10
Fragile cover
MAMA IMPIAN cover
Detective✔ cover
Cewek Tomboy Is Perfect cover
Lelah [✔] cover
Untukmu Aku Bertahan [END] cover
Suatu Hari Nanti cover
Clock✔ cover
Malaikat Terindah cover
Dia Bahagiaku cover

Fragile

25 partes Concluida Contenido adulto

Prilly mencintainya. Mencintai sosok berandalan yang tak pernah menganggap dirinya ada. Ali Atha Fahlevi, sosok pria yang tempramental dan emosional, ia selalu menyakiti hati maupun fisik Prilly padahal Prilly adalah kekasihnya. Ali lebih asyik dengan dunia malamnya, Prilly seolah hanya menjadi pelampiasan Ali ketika Ali tengah membutuhkannya. Beribu-ribu luka Ali berikan pada Prilly, tapi Prilly tetap mencintainya. Beribu-ribu pedih yang Prilly rasakan tapi Prilly tetap menyayanginya. Hanya hitungan jari Ali dapat membuat Prilly bahagia walaupun setelah itu Ali kembali membuat Prilly terluka. Rapuh hatinya ketika ia mengingat semua perjuangannya, apa Ali tak pernah mencintainya? Apa Ali tak pernah menganggapnya ada walaupun hanya sedikit saja? Lalu, jika Ali tak mencintainya kenapa Ali masih mempertahankannya dan tak ingin ia pergi meninggalkannya?