Story cover for The Last Tears by queenoftherain
The Last Tears
  • WpView
    LETTURE 22,167
  • WpVote
    Voti 2,703
  • WpPart
    Parti 12
  • WpView
    LETTURE 22,167
  • WpVote
    Voti 2,703
  • WpPart
    Parti 12
In corso, pubblicata il mar 30, 2017
Ini cuma cerita biasa, tentang dua orang remaja berbeda yang punya keunikan masing masing. Alanis Prillyta Askarani, gadis yang hampir obesitas dan kekurangan sel otak a.k.a bodoh kebangetan berpacaran dengan Alyasa Gallendra, si kidal yang manis dan jenius. Buat Ali, sejelek apapun Prilly, gadis itu tetap saja gadis istimewanya. Gadis yang Ali percaya akan menjadi teman hidupnya, sekarang dan sampai selamanya.

Gak ada hal yang lebih indah selain bersama Prilly. Sampai akhirnya, semuanya direnggut sebuah kenyataan pahit. Pengorbanan dari Ali gak ada artinya lagi. Semuanya hilang, bagai sebuah daun yang diletakkan di pasir pantai. Hilang terbawa deburan ombak.

Satu hal, Ali selalu mencintai Prilly. Sekarang, besok, dan sejuta tahun ke depan. Sampai nggak ada lagi tangisan sedih dan digantikan tangisan bahagia.
Tutti i diritti riservati
Iscriviti per aggiungere The Last Tears alla tua Biblioteca e ricevere tutti gli aggiornamenti
oppure
Linee guida sui contenuti
Potrebbe anche piacerti
Dia Bahagiaku di HalloTia
19 parti Completa
Prilly merebahkan dirinya di kasur yang sudah sepuluh tahun ia tinggalkan ke Amerika. Dia rindu bermain dengan Alan. Tetangga samping rumahnya yang dulu sering bermain dengan dia. Tapi, yang sebenarnya Prilly rindukan adalah kembaran Alan. Dari kecil, ia tidak pernah mau diajak main bersama. Sampai terakhir, dia ingin mengatakan iya menerima tawaran Prilly tapi dia urungkan karena tiba-tiba Alan datang. "Pril, ayo ke rumah Om Marafa."panggil Airi, bunda Prilly. "Wahh... Prilly makin cantik aja."Nura, mama Alan berkata ketika keluarga Prilly sampai di rumahnya. "Makasih tan."Prilly. "Prilly??"Alan berlari memeluk Prilly. "Hai Lan?" "Lho, anak kamu yang satunya mana?"Tanya Izama, ayah Prilly. "Dia jadi berandalan Za. Dia nggak pernah dengerin aku lagi."Marafa. Izama hanya mengangguk. Dia tahu, sebenarnya Rafa yang tidak pernah mendengarkan si kembar yang satu lagi. Memang benar, Prilly dekat dengan Alan tapi dia dekat dengan si kembar satunya. Anak itu sering menangis dipelukannya dan cerita kalau ayah dan bundanya selalu pilih kasih. Dia tidak sepintar Alan, dia tidak pernah bisa dibanggakan karena nakal dan selalu bikin ulah. Tapi Izama lebih menyukainya, karena dia memiliki skill beladiri yang tinggi, pendengaran dan penglihatannya sangat sensitive, Izama berencana menjadikan dia penerusnya di bidang sniper dalam satuan KOPASSUS. "Ali, kamu darimana?"Rafa mulai emosi. "Sekolah, Ali kan pakai seragam, ohh... atau ayah nggak pernah merhatiin Ali, basi."Ali hanya berdiri diam, tidak menoleh sama sekali. "Kok bajunya kotor gitu Li? Kamu berantem lagi?" "Apa peduli bunda sih? Anak kesayangan bunda Alan kan? Ali nomor terakhir, cuma sampah yang seharusnya dibuang."Ali berjalan ke kamarnya. Ini cerita pertamaku, tolong dibaca ya? kalau suka silahkan di vote, kalau ada kekurangan silahkan di coment, terimakasih semua.
Potrebbe anche piacerti
Slide 1 of 10
Broke [COMPLETE] cover
I Feel You Real cover
Cewek Tomboy Is Perfect cover
My Beautifull Boy cover
Ali Alfikri [Selesai] cover
You Broke My Heart*editing* cover
Suatu Hari Nanti cover
Detective✔ cover
STUPID COUPLE ~ Ali^Prilly cover
Dia Bahagiaku cover

Broke [COMPLETE]

30 parti Completa

[BEBERAPA PART DI PRIVAT!] "Ya ampuun alii bahkan dengan secarik kertas ini kamu sukses bikin aku melayang" prilly tertawa dan tersenyum lalu menggigit bibir bawah nya gemes dan lagi lagi menutup wajah nya malu *ali maxwel prananda *prilly reyhana putri