About Alessa

About Alessa

  • WpView
    Reads 83
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 10, 2017
Barusaja aku ingin menikmati masa remajaku menjadi kaka kelas di sekolah SMA-ku tiba-tiba saja aku mendapat berita buruk-seburuknya berita tentang di mana aku harus pindah sekolah menjadi di ASRAMA!! Apa lagi yang menjadi yayasannya di asrama itu adalah kakek-ku sendiri! Dia melihatku tidak berhijab saja ceramahnya saperti rel kereta api yang tak mau berhenti di stasiunnya, bagaimana kalau aku disana? Alessa Thalita zahra _____________ Coba saja dia tidak seperti macan betina pasti aku sudah menyukainya sejak aku pertama bertemu dengannya Tapi apa boleh buat aku harus menjinakkannya terlebih dahulu Fiqri Nakhla Rafie _____________ Kamu selalu membuat hatiku terasa penuh atas kehadiran dirimu aku harap kita akan bersama-sama sampai ajal menjemput kita berdua Angga fergion
All Rights Reserved
#16
anakasrama
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DANADYAKSA
  • RAVENDRA
  • CEZALINE
  • Badgirl Vs Ketos(ongoing)
  • My Duchess / End
  • 𝐈𝐍𝐓𝐎 𝐘𝐎𝐔 [𝐄𝐍𝐃]
  • Because I'm Stupid (End)
  • ANNISA {ON GOING}
  • ALEYA~~
  • kiara's dream

Danadyaksa adalah laki-laki dengan hidup yang sangat sederhana. Cibiran dan hinaan sering didapatkannya dari teman-teman satu sekolahnya terutama perempuan karena menggunakan sepeda motor beat berwarna hitam setiap berangkat sekolah. Orang tuanya meninggal ketika ia masih duduk di bangku SMP, meninggalkan dua orang adik yang harus Aksa hidupi. Menjadi Ayah, Ibu sekaligus kakak di usianya yang begitu belia bukanlah hal yang mudah. Aksa mulai bekerja semenjak orang tuanya meninggal untuk memenuhi kebutuhannya serta kedua adiknya yang masih kecil. Menjadi kuli bangunan, penjaga toko, pelayan restoran dan berbagai pekerjaan serabutan lainnya Aksa lakukan. Aksa pernah berkata: "Nggak papa gue nggak punya masa depan yang terjamin, tapi adek-adek gue harus punya masa depan. Harus jadi orang besar." Aksa tidak pernah memikirkan perihal cinta. Yang ia pikirkan hanyalah adik-adiknya. Bagaimana masa depan adiknya, bagaimana mendidik adiknya dengan baik dan bagaimana adiknya bisa menikmati hidup seperti anak lainnya yang penuh kebahagiaan dari keluarga. Namun, Aksa mulai tertarik dengan cinta semenjak ia mulai mengenal Alsava. Gadis yang dikenalnya sejak insiden Aksa yang tanpa sengaja menginjak kacamata Alsava. Tapi rasanya sangat tidak mungkin untuk memiliki Alsava yang latar belakang ekonominya sangat jauh beda dengan dirinya. Apakah mereka bisa bersama? Mungkin. Atau justru, tidak akan pernah bersama. ** "Sa, gue boleh suka sama lo, nggak?" "Tunggu gue sukses." ** "Gue kalo mau suka sama Alsava juga harus sadar diri. Gue orang nggak punya. Beda sama dia." ***

More details
WpActionLinkContent Guidelines