Enemies Become Lover

Enemies Become Lover

  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 30, 2017
Siapa yang ga kenal sama empat cewe di sekolah SMP Pelita yang terkenal bandelnya dan cantiknya itu? Ya, mereka adalah Lina, Nesya, Risa, dan Sashi. Sangking mostwantednya mereka ada yang bela belain pindah ke sekolah mereka demi bertemu dengan mereka. Tapi akankah mereka ber empat menerima baik kedatangan murid baru itu? atau mereka lebih menerima anak basket di SMP Cahya?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lovey Dovey
  • Tiger And His Soul Mate
  • For You, Only You Always
  • Terjebak Di Seangkatan
  • Gelombang Cinta
  • Two Rebels, One Love
  • Jangan Cari Kami
  • four girls make fall in love

Angga adalah bintang basket di sekolah, terkenal dengan kemampuan luar biasanya di lapangan dan pesonanya yang membuat banyak cewek terpikat. Dengan penampilan keren dan kepercayaan diri yang tinggi, dia tak pernah kekurangan pengagum. Namun, di balik itu semua, Angga menyimpan satu rahasia: dia merasa kesepian meski dikelilingi banyak teman. Lea, di sisi lain, adalah cewek lugu yang selalu tampil sederhana dan terkesan pemalu. Di sekolah, ia dikenal sebagai balerina yang elegan, dengan gerakan yang halus dan penuh emosi. Namun, Lea merasa dunia baletnya terlalu sunyi dan kadang merasa kurang dimengerti oleh teman-temannya yang lebih suka hal-hal mainstream. Tak sengaja, jalan hidup mereka bertemu ketika Angga mencari tempat sepi untuk melatih teknik bola basketnya, dan Lea sedang berlatih balet di aula sekolah. Sebuah kecelakaan kecil membuat mereka saling mengenal, dan dari sana, tumbuh sebuah persahabatan yang tak terduga. Seiring berjalannya waktu, Angga dan Lea mulai belajar tentang dunia masing-masing. Angga mengajarkan Lea bagaimana menghadapi tantangan dengan percaya diri, sementara Lea menunjukkan pada Angga keindahan ketenangan dan kedalaman seni. Namun, tak semuanya berjalan mulus. Ketika perasaan mulai berkembang, keduanya dihadapkan pada kenyataan bahwa perbedaan mereka mungkin akan menjadi penghalang. Akankah Angga dan Lea mampu menari bersama di antara lapangan basket dan panggung balet, atau akan ada jarak yang memisahkan mereka?

More details
WpActionLinkContent Guidelines