Adam-Hawa
  • WpView
    LECTURAS 4,519
  • WpVote
    Votos 42
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, feb 22, 2020
WpInfo
Ficción
Romance
Mungkin pertemuan aku dengan dia tidaklah lama, karena menurutku ini adalah pertemuan yang singkat. Aku bingung bagaimana mendeskripsikan dirinya, bertemu atau melihatnya saja aku belum pernah. Dan... Tiba-tiba pagi ini dia membawa serta kedua orang tuanya ke rumah ku, meminta izin pada Papah, Bahwa dia ingin meminjam putrinya untuk di ajak Ta'aruf. Iya aku tau, Wajahnya memang nyaris sempurna. Tapi... Bagaimana bisa dia memilihku dengan begitu yakinnya? Sedang di sisi lain, hatiku masih terpaut oleh seorang kaum adam.
Todos los derechos reservados
#20
dosenkiller
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • PUISI UNTUK BUNDA
  • ALESYA (END)
  • MAHABBAH [SELESAI]
  • Lantunan Kalam Hati ✔
  • Imam Hati ✔️ (Part Lengkap)
  • Paradise
  • Destiny [Selesai]
  • Grateful from Painful
  • DIFFERENT TWINS [ END ]

Aku hidup bersama Ayah dari aku masih bayi merah hingga saat ini Jika kalian bertanya, memang dimana Bundamu? Apa sudah meninggal? Maka dengan tegas kukatakan, "Bundaku masih hidup. Beliau amat sangat cantik dan tentu saja sangat sehat tidak kurang satu apapun." Kalian pasti tau bagaimana rasanya mendapat perhatian dari Ibunda kalian? Rasanya memeluk orang yang melahirkan kalian? Pasti senang dan bahagia sekali, bukan? Tapi tidak bagiku Bukan karena aku tidak senang, tapi aku tidak tau rasanya Jangankan memeluk Bunda, sekedar mengharapkan panggilan sayang dari suara lembutnya saja aku seperti punuk merindukan bulan Aku tidak tau pasti bagaimana Bunda? Tapi yang aku tau dari cerita Ayah, Bunda adalah orang yang baik, cantik, ramah, perhatian dan dia sayang sama aku. Tapi bagiku, segala hal tentang Bunda yang Ayah ceritakan, seolah tak pernah cukup Aku ingin lebih dari sekedar tau dari cerita Ayah Aku tak mengerti apa yang terjadi diantara mereka? Dan aku tak peduli alasannya Keinginanku sederhana Aku ingin disapa Bunda dengan lembut. Aku ingin dipeluk Bunda dengan hangat. Hanya itu. Tapi jika aku boleh berharap lebih Aku ingin tinggal bersama mereka dan merasakan hangatnya sebuah keluarga utuh layaknya teman-temanku yang lain. Tapi apakah harapanku bisa menjadi kenyataan? Atau hanya sebuah harapan yang suatu saat bisa terbang lalu kemudian hilang? (Nattaya Hemakshi Adhyastha)

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido