Ties Destiny

Ties Destiny

  • WpView
    LECTURAS 2,536,756
  • WpVote
    Votos 10,084
  • WpPart
    Partes 4
WpMetadataReadContenido adultoContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, sep 2, 2024
Anna, hidup bahagia dengan keluarga angkatnya. Memiliki kakak yang pendiam, dingin, dan irit bicara tapi sangat amat peduli padanya adalah hal yang patut ia syukuri. Semuanya terasa indah. Ia bahagia. Tapi sebuah wasiat yang ditulis sang kakek, membuat segalanya berubah. Wasiat itu merenggut kehidupan indahnya. Mengambil kebahagiaan nya. Dan berakhir dengan kehilangan sang kakak yang dulu selalu peduli dan menyayangi dirinya. ________ ⚠️ 18+
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Maaf, Cakra!
  • Dreams
  • A Love Rewritten
  • Captivated Me 2: Belenggu [END]
  • Marriage With Mr.Arsenio (Completed)
  • Denyut Waktu (TAMAT)
  • Ceritaku
  • Short Story
  • Married Enemy

🐥Please vote setelah membaca🐥 "Mungkin bagimu pernikahan kita tidak ada artinya, Tapi bagiku pernikahan ini sangat berharga, meskipun didasari oleh perjodohan dan tidak ada cinta didalamnya." lirih Cakra Zalendra menatap istrinya lekat "Jadi mau kamu apa? Aku tidak mencintaimu dan tidak akan pernah, didalam hatiku ada seseorang yang ku inginkan untuk jadi suamiku dan itu bukan kamu." kata Nafisa Zavira tanpa menoleh sedikitpun pada lelaki yang saat ini menjadi suaminya "Aku tidak menginginkan sesuatu yang berat. belajarlah mencintaiku, Jadilah istri yang baik untukku, kamu pikir aku mencintaimu? Tidak sama sekali, tapi aku menerima pernikahan ini dengan ikhlas" sang suami menunduk, bulir air mata lolos begitu saja melewati pipi "Menurutmu itu adalah hal yang mudah, bagiku sangat sulit, Aku akan tetap melaksanakan tugasku sebagai istri, tapi aku tidak yakin untuk mencintaimu." Nafisa mengelus pipi suaminya. diseka air mata itu "Ya. setidaknya kau masih mau menerima pernikahan ini." Cakra tersenyum "Setidaknya untuk saat ini." Nafisa menatap wajah sang suami lekat. Cakra mengangguk Bagaimana kelanjutan kisah perjodohan Cakra dan Nafisa? Apakah akan ada cinta yang hadir di hati Nafisa untuk suaminya?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido