LAKUNA
  • WpView
    Reads 23
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Tue, Apr 4, 2017
Suasana Jepang di pagi hari sungguh bertolak belakang dengan Jakarta. Rumahku yang berlokasi di Kyoto dengan suasana sejuk dan suara deburan ombak di pinggir pantai terdengar begitu merdu. Aku memejamkan mata sejenak. Namun, aku merasa seperti ada sosok bayangan pria yang seakan merangkulku dari belakang dan tiba-tiba, wusshhhh Begitu mengejutkan, Aku bisa merasakan angin yang berhembus hangat dan lembut tepat di leherku. Aku langsung membuka mata, jantungku berdegup cepat dan air mataku tak dapat terbendung lagi. Ya tuhan, perasaan macam apa ini? Seakan mencekat tenggorokanku untuk tidak bersuara, tangisanku makin menjadi. Apa yang terjadi pada Yamanaka Mura, gadis setengah Jepang yang luar biasa menerka cerita hidupnya yang sesungguhnya?
All Rights Reserved
#333
general
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [COMPLETED] 7 Days
  • Yesterday Lies
  • Between Us And Her [COMPLETED]
  • Chiisana Tenohira
  • Arion (End)
  • Bara & Tara
  • AIRIS
  • A Gift From God
  • BarraKilla

Apa yang akan kamu lakukan jika suatu hari kamu membuka mata dan menemukan dirimu berada di sebuah tempat asing tanpa satupun memori tersisa dalam ingatanmu? --- "Huh?!" Aku membuka kedua mataku ketika suara dentuman besar terdengar berdebam di kepalaku. Kedua bola mataku bergerak mengamati apa yang ada di sekitarku- sebuah rasa tak biasa kurasakan menelusup dalam benak. Sebuah perasaan asing. Namun pikiranku terasa begitu ringan-tak ada satupun yang melintas dalam kepalaku selain tiga hal tadi; jalanan malam, seorang wanita, dan sebuah ledakan besar. "Ugh-" Aku memaksakan diri terbangun dan sekujur badanku terasa sakit. Kuangkat kedua telapak tanganku yang berbalut perban. "Jalanan-gue kecelakaan kah?" Kuperhatikan sekitar dan aku tak sengaja menoleh ke sisi kananku. Jantungku seperti berhenti berdegup ketika kusadari bahwa aku tak sendiri di atas tempat tidur-seorang bayi lelaki berbaring di sebelah dan menatapku dengan kedua matanya yang membulat sempurna.

More details
WpActionLinkContent Guidelines