LAKUNA
  • WpView
    Leituras 23
  • WpVote
    Votos 5
  • WpPart
    Capítulos 1
WpMetadataReadConcluída ter, abr 4, 2017
WpInfo
Ficção
Romance
Suasana Jepang di pagi hari sungguh bertolak belakang dengan Jakarta. Rumahku yang berlokasi di Kyoto dengan suasana sejuk dan suara deburan ombak di pinggir pantai terdengar begitu merdu. Aku memejamkan mata sejenak. Namun, aku merasa seperti ada sosok bayangan pria yang seakan merangkulku dari belakang dan tiba-tiba, wusshhhh Begitu mengejutkan, Aku bisa merasakan angin yang berhembus hangat dan lembut tepat di leherku. Aku langsung membuka mata, jantungku berdegup cepat dan air mataku tak dapat terbendung lagi. Ya tuhan, perasaan macam apa ini? Seakan mencekat tenggorokanku untuk tidak bersuara, tangisanku makin menjadi. Apa yang terjadi pada Yamanaka Mura, gadis setengah Jepang yang luar biasa menerka cerita hidupnya yang sesungguhnya?
Todos os Direitos Reservados
#777
general
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • BarraKilla
  • i hate you bossy!
  • I Love My Little Sister
  • Bara & Tara
  • AIRIS
  • Between Us And Her [COMPLETED]
  • Lonte Vs Gigolo (The Coli Trilogi I) (End)
  • Gay or No ? (Revision)
  • RION IS MY MANTAN!
  • Kesempatan Kedua Mengubah Masa Depan

LENGKAP! Follow akun ini sebelum baca🐧 Warning! Peringatan! Cerita ini bisa membuat kalian mengumpat, menangis, dan tertawa (jika satu SELERA)🍭 "Barr, aku juga nggak tahu kenapa Raden nyium aku." "Shit! Diem, Bego!" "Maaf." "Tahu nggak, kenapa gue nerima lo jadi pacar gue? Padahal lo yang nembak gue duluan di UKS dengan nggak punya malunya." "...." "Lo itu menyedihkan, Killa. Sangat menyedihkan. Gue selama ini cuma.... kasihan sama elo." "Barra, dada aku sakit." "See? Lo minta dikasihani lagi?" "Maaf." "Dan lo selalu mengatakan maaf biar lo semakin dikasihani." "Barra, kamu beneran mau aku pergi?" "Lo masih mau di sini? Nggak tahu diri banget. Habis ciuman sama suami orang, masih mau sama gue. Karena cuma gue yang bisa ngasih lo segalanya. Gue jijik sama elo." "Makasih, ya, udah mau jadi pacar Killa. Udah mau bahagiain Killa. Hehehe. Kita akhirnya pisah." "Gue nggak mau lihat lo lagi." "Hehehe." "...." "Barrabas Mahesa, makasih udah pernah jadi yang terbaik buat Killa." I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. Titik tertinggi mencintai adalah tahu diri untuk menerima sebuah kehilangan. "Barra, kenapa cara kamu mencintai aku kayak gini?" • Demi kenyamanan Anda saat membaca, disarankan memfollow akun penulis terlebih dahulu. • Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dalam cerita ini tanpa izin tertulis dari penulis. Semua yang ada dalam cerita ini murni hasil pikir penulis, maaf jika ada kesamaan nama, tempat, karakter, dan sebangsa itu. Selamat membaca!

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo