Puisi Untuk Perempuan 2

Puisi Untuk Perempuan 2

  • WpView
    Reads 808
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 2, 2017
Puisi Untuk Perempuan 2 adalah sebuah kumpulan puisi yang mengangkat perempuan yang mengambil Inspirasi. Perempuan sebagai sesuatu yang Istimewa. Puisi ini lanjutan dari Puisi untuk Perempuan pertama yang mengangkat persembahan untuk sahabat yang sudah memetik inspirasi dan mengutarakan pandangan kepada kehidupan. Puisi untuk Perempuan 2 kali ini menajuk cerita baru dimana bulan April merupakan bulan yang mengenang Habislah gelap terbitlah terang oleh pahlawan perempuan yang mengharukan nama Indonesia yakni R.A Kartini. Pengambilan diksi ini lebih mengarahkan pada lemah lembut, penghalusan, persembahan untuk sahabat maupun tokoh, dan pengalaman. Tema yang diambil adalah tentang Perempuan, Politik, Keagamaan, dan Romantika. Inilah kumpulan sajak sebagai pedoman untuk menjaga martabat seorang perempuan serta melangkah demi dakwah islam menuju Sastra Indonesia terhadap Islam dan peradaban.
All Rights Reserved
#7
keagamaan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Namamu di dalam Namaku
  • ANKITA ANAHATA
  • Rintik Yang Menyalin Ingatan
  • Menggenggam Ranting Patah
  • Makna Temu
  • The Last Birthday With You
  • ISLAM IS PERFECT, I'M NOT (Complited)

Rayan Al-Farisi, laki-laki yang tak pernah tersenyum. Bukan karena tak bisa tetapi ia lupa bagaimana caranya. Ramadan baginya bukan bulan haru atau harapan, melainkan serangkaian hari sunyi tanpa makna sejak ibunya pergi tanpa pamit meninggalkannya bersama doa-doa yang tercekat di tenggorokan dan hati yang tak lagi tahu caranya pulang. Hingga hadir Tihani Zahra Khalida, gadis pencinta buku dan penanti senja yang tak banyak bicara, tapi sujudnya terlihat menenangkan. Dari satu buku yang diberi oleh Rayan, tumbuh harapan yang diam-diam kembali mekar. Ini bukan kisah cinta yang gaduh, melainkan kisah dua jiwa yang saling membaca dalam diam. Tentang iman yang tumbuh perlahan, luka yang diterima pelan-pelan, dan nama yang ternyata mengandung makna lebih dari sekadar panggilan. Namamu di dalam Namaku adalah perjalanan dua jiwa dalam senyap, di antara doa-doa yang tak selalu terjawab, namun tak pernah sia-sia. Sebuah kisah untuk siapa pun yang pernah kehilangan, pernah berharap, dan belajar bahwa beberapa pertemuan diciptakan bukan untuk memiliki melainkan untuk memaknai. Selamat berselancar di dunia Thafa El Raye ❤️

More details
WpActionLinkContent Guidelines