Love Me Again

Love Me Again

  • WpView
    Reads 460
  • WpVote
    Votes 237
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 11, 2017
Berawal dari sebuah kebencian, menjadi sebuah harapan tuk hidup bahagia bersama_Cinta. "Lovata Edeline" Mengapa kau datang padaku dengan tiba-tiba di saat kau telah mengakhiri hubunganmu dengan yang lain? Tidak masalah jika kau benar-benar mencintaiku. Tapi, bagaimana jika kau hanya menjadikan ku sebuah pelampiasan semata? Apa kau tak pernah berfikir bagaimana perasaan ku saat semua itu terjadi? Selain dirimu, aku juga salah. Tapi, ku lakukan segalanya hanya untukmu. Walau harus ku relakan dirimu, aku tak apa asalkan kau bahagia. Aku menyesal telah melepaskanmu begitu saja. Ku inginkan kau kembali padaku untuk yang kedua kalinya, walau sebelumnya aku telah menderita. **** *Apakah Lovata akan tetap menunggu? *Ataukah ia akan mendapatkan pengganti bintang di hatinya?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pieces of Light
  • Regrets of Love
  • Menanti Cinta Sejati
  • DikaRanggi
  • Till I Meet You
  • Love In Paris (COMPLETED)
  • SCORPIO
  • SENJA & JINGGA
  • My Precious Husband

Di bawah bayang-bayang pohon besar di taman sekolah, waktu seolah melambat. Hembusan angin pagi yang lembut membawa aroma dedaunan basah, sementara suara langkah-langkah kecil para siswa terdengar samar di kejauhan. Di sana, Aveline duduk di ayunan, dikelilingi keheningan yang ia ciptakan sendiri. Rafael melihatnya dari kejauhan. Gadis itu berbeda. Perkenalan singkatnya di kelas hari sebelumnya-begitu sederhana, begitu tanpa upaya mencuri perhatian-justru membuatnya penasaran. Hari ini, dengan bunga di tangannya dan keberanian yang ia kumpulkan semalaman, Rafael melangkah mendekat. "Kamu mau nggak jadi teman baik aku?" tanyanya, suaranya bergetar sedikit. Aveline menatapnya, lalu menaikkan alis dengan ekspresi yang sulit diterjemahkan. Rafael menggaruk kepalanya, lalu buru-buru menambahkan, "Mmm... atau kalau nggak, karena kamu pintar, boleh nggak ajarin aku pelajaran yang aku nggak bisa?" Setelah jeda singkat, Aveline akhirnya mengangguk kecil. Dalam momen itu, tanpa banyak kata, hubungan mereka pun dimulai-perlahan tapi pasti, seperti cahaya pagi yang menembus dedaunan, membawa kehangatan pada hari yang baru. "Pieces of Light" adalah kisah tentang pertemuan sederhana yang mengubah segalanya, tentang dua jiwa yang saling menemukan arti keberanian, cinta, dan harapan di tengah perjalanan hidup. ------------------ If u don't like it just skip it thanks!!! upload setiap Senin dan Jumat ✨

More details
WpActionLinkContent Guidelines