Agent CIA

Agent CIA

  • WpView
    Reads 142
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 21, 2017
Bagaimana perasaan mu kalau kau memiliki dua saudara kembar. Senang ? Tapi tidak denganku. Karena saat kau menjadi salah satu dari tiga saudara kembar maka kau juga harus mau berbagi kasih sayang untuk mereka juga. Seperti halnya diriku ~ Diandra Alvashak ~ yang harus berbagi segalanya dengan kedua saudara kembarku. - Agent CIA - Pertukaran pelajar. Bukan sesuatu yang sulit bagiku. Apalagi jika negara itu adalah indonesia. Aku pernah tinggal diindonesia selama 2 th. Dan bagiku itu sudah cukup untukku mengenal negara nya mulai dari kebiasaan, masyarakat, dan budayanya. Dan saat kumulai menjalaninya. Aku merasa bukan mengenanya dengan cukup baik. Itu karena dia. Gadis sebangkuku yang memiliki sisi bertolak belakang dari negaranya. Tidak ada keramahan dan perdamaian di raut wajahnya. Yang ada hanyalah sisi dingin dan misterius. - Mr. Charming - Orang akan mengira bahwa kami adalah sepasang kekasih. Karena kami selalu bersama bahkan terkesan mesra. Namun perasaanku padanya hanyalah perasaan cinta antara kakak kepada adiknya. Aku yang membawanya keduniaku dan merasakan kejamnya dunia gelap diatas sokongan pemerintah. Dan akulah yang harus menjaga keselamatannya. My brother... A - Alpha CIA - hay hay hay!!! aku bawa cerita baruuuuu. vote and commant ya !! moga suka. jangan sampai berhenti di tengah jalan saat membaca. pamali menurutku
All Rights Reserved
#163
cia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALZEA : FEATURED SOULS [END]
  • Kaila's Choice: Stay Or Move On?
  • Because I'm Stupid (End)
  • Disguise... [END]
  • My Twins (End)
  • Destiny✓
  • Alice & Adrian
  • Cinta Tiada Akhir (TAMAT)
  • My Duchess / End
  • BETWEEN

Algesa liar, berantakan, dan terlalu akrab dengan kehancuran. Zea cantik, tapi matanya menyimpan luka yang tak bisa dijelaskan. Orang-orang berkata hidup adalah soal pilihan. Tapi bagi Algesa Axeliano Ravanaugh, hidup hanyalah sisa napas dari keputusan orang lain. Ia tidak pernah meminta untuk dilahirkan, apalagi tumbuh besar di rumah yang dipenuhi darah, teriakan, dan kebohongan. Setiap langkah yang ia ambil adalah pelanggaran. Bocah pemberontak yang menantang dunia karena dunia lebih dulu menghancurkannya. Ia melawan. Melawan dunia yang telah merenggut Bundanya. Melawan ayah yang seharusnya sudah terkubur sejak lama. Malam itu, di jembatan tua yang dingin menusuk tulang, Algesa tidak mencari apa pun. Ia hanya ingin diam. Tapi justru di sana, dalam gelap yang lengang, ia menemukan sesuatu yang tak terduga, sepasang mata yang tak asing. Bukan karena ia mengenalnya. Tapi karena luka yang tersembunyi di balik sorotnya terasa terlalu akrab. Zea. Ia bukan gadis baru. Bukan pula gadis baik-baik. Tapi ada sesuatu dalam caranya berdiri, dalam diamnya yang membatu, yang membuat Algesa terus melangkah. Bukan karena ia cantik. Tapi karena ia rusak. Sama seperti dirinya. "Kenapa... lo nolongin gue?" tanyanya lirih, tubuhnya gemetar tak hanya karena dingin, tapi juga karena luka yang terlalu lama disimpan. Algesa menatapnya lama, diam tanpa ekspresi. Petir menyambar di kejauhan, memperjelas gurat tajam di wajahnya yang basah. Tapi kemudian sudut bibirnya terangkat, membentuk seringai kecil, dingin, ambigu, tapi entah mengapa terasa jujur. "Mungkin karena gue suka ngerusak hal-hal yang hampir rusak." ALZEA : 05. April. 2025 By : Rossa Ig : @rossaroxie @_chaterinee

More details
WpActionLinkContent Guidelines