Story cover for Am I Wrong? [END] by vanyaPriscylia
Am I Wrong? [END]
  • WpView
    Reads 38,810
  • WpVote
    Votes 1,800
  • WpPart
    Parts 60
  • WpView
    Reads 38,810
  • WpVote
    Votes 1,800
  • WpPart
    Parts 60
Complete, First published Apr 01, 2017
-Sneek peak-

 "Vanya" 

Vanya berdeham untuk menjawab panggilan Reyhan 

"jangan pernah bersedih" kali ini Vanya melepas pelukannya dan menatap Reyhan dengan bibir mengerucutnya 

"aku akan sedih jika kau pergi" ucap Vanya membuat Reyhan menahan nafasnya sebentar karena terkejut "jika kau tidak mau aku sedih maka jangan pergi" 

Reyhan menghela nafasnnya menghilangkan rasa pedih di hatinya "bersedih tidak akan mengembalikan hal yang sudah terjadi, itu akan menghabiskan waktu mu. masih banyak emosi yang bisa kau keluarkan selain bersedih" 

"marah?" 

"bukannya memang kau selalu marah?" canda Reyhan yang langsung mendapati cubitan dari Vanya membuatnya tertawa, Reyhan kembali menatap Vanya dengan senyum hangatnya "cepat lupakan aku nanti ya"





#4 in School June 2020
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add Am I Wrong? [END] to your library and receive updates
or
#288vanya
Content Guidelines
You may also like
Antara Fajar Dan Senja [TERBIT] by Sweeticha
75 parts Complete
(TERSEDIA DI GRAMEDIA) PART TIDAK LENGKAP ⚠️ Fajar Arvandi, murid yang hobi bolos dan selalu membuat sekretaris pusing dengan alasannya. Jabatannya sebagai ketua gang Black Eagle tidak cukup membuat Senja segan dengannya. Hanya Senja yang berani menjewernya di depan pasukannya. Senja Arsyana, sang sekretaris yang sudah menjabat selama 5 tahun berturut-turut sejak SMP sampai SMA kelas 11. Selama 5 tahun pula Senja selalu dipusingkan dengan tingkah Fajar. Satu kelas sekaligus satu komplek dengan Fajar membuat Senja seolah-olah menjadi orang yang bertanggung jawab jika Fajar tidak masuk sekolah. Layaknya fajar yang muncul di pagi hari dan senja yang muncul di sore hari, mereka tidak bisa bersama dalam satu waktu. Begitu pula Fajar Arvandi dan Senja Arsyana. Seperti yang Vano bilang... "Fajar sama Senja jangan disatuin, nanti kiamat!" ~ Revano Ardianto. ____________________________________________ "Dih! Sukanya baperin anak orang, tapi gak mau ngasih kepastian. Dikira jemuran apa, digantung mulu." "Setelah apa yang udah kita lakuin akhir-akhir ini, lo masih butuh kepastian? Gue kira lo udah ngerti tanpa harus gue ungkapin." "Gue butuh kepastian dengan sebuah pernyataan. Percuma, lo bersikap manis kalau lo gak nembak gue berarti itungannya cuma temen. Sebagian cewek emang mau ngejalanin hubungan tanpa sebuah pernyataan, tapi gue gak mau. Gue gak mau ge-er nganggap kita jadian padahal lo gak pernah nyatain perasaan lo." "Ya udah. Senja Arsyana... gue minta lo buat jadi pacar gue mulai sekarang! Gue sayang sama lo dan gue yakin lo tahu tentang itu." Highest Rank : #1 in Acak (31/08/2020) #1 in Fiksi Remaja (03/11/2020) #1 in Teen Fiction (07/09/2020) #1 in Ketua Gang (09/09/2020) #1 in Chicklit (19/09/2020) #1 in Komedi Romantis (23/09/2020) #1 in Bucin (29/09/2020) #1 in Humor (20/10/2020) #1 in Roman (08/10/2020) #1 in Fiksi Umum (11/10/2020) #5 in Romance (14/11/2020) #1 in Bad Boy (19/10/2020) #1 in SMA (16/11/2020) #1 in Remaja (24/11/2020)
You may also like
Slide 1 of 10
Bad Girl VS Bad Boy {END}  cover
VANYA cover
ARGA [TAMAT] cover
Alea & Reya cover
My BOYfriend [Sudah TERBIT di PlayStore] cover
SATRIA (Completed) cover
Have you RESYA! [Tamat] cover
A L A Y cover
Antara Fajar Dan Senja [TERBIT] cover
My Sweet Troublemaker [TELAH TERBIT] cover

Bad Girl VS Bad Boy {END}

73 parts Complete

Dua insan yang tidak pernah akur, selalu terjadi percekcokan antara mereka berdua. Hingga tidak sadar mereka menjadi dekat, dan Alam menguak sesuatu dari Ghea yang baru dia ketahui. Gadis itu...gadis keras kepala, nakal, tapi suatu waktu dia bisa melihat sisi lain gadis itu yang lemah. Satu fakta yang baru dia ketahui, dia bahkan mengenalnya sudah lama... "Cepet buka mulut lo! " pinta Alam. "Gak," "Cepet, lo keras kepala ya?!" ujar Alam dengan menekankan ucapannya. "Iya-iya," Alam menyuapinya bubur itu ke mulut Ghea tanpa perasaan, hingga membuat Ghea tidak bisa bernafas karena tersedak. Uhukk...uhukk... Dengan cepat Alam mengambil botol minumnya dari tas karena muka Ghea sudah merah, lalu diberikan ke Ghea dan tanpa berfikir ia langsung minum. "Minum-minum," 1 menit kemudian... "Lo gila ya? Lo mau bunuh gue? Gak gini caranya!" ketus Ghea sesekali batuk. "Hehehe...sorry, kalo bunuh lo gue belum ada niatan," balas Alam santai. Happy Reading