Kebebasan Untuk Hidup

Kebebasan Untuk Hidup

  • WpView
    Reads 43
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 2, 2017
Semua orang punya otak, semua orang pun bisa berfikir apapun yang ia inginkan, ia bebas untuk berfikir, ia bebas untuk berkarya. Mereka melakukan aktivitas apapun yang mereka mau, mereka bebas beraktivitas. Mereka akan berkarya yang menghasilkan uang untuk kebebasan nya. Tapi kadang mereka tak pernah berfikir... Dari mana kah semua itu? Namanya juga manusia, sabar dan syukur lah yang sering dilalaikan. Inilah karyaku yang berjudul " Kebebasan Untuk Hidup " Terbit setiap hari Minggu, Selasa, Kamis, dan Sabtu.
All Rights Reserved
#320
menarik
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • It's Okay, Kamu Normal !
  • Catatan Harian Aifar
  • Kutipan Literasi (Kumpulan Quotes) [SUDAH TERBIT]
  • Syal Merah
  • N E L A N G S A(END)
  • Hai, Kak! (END)
  • Someone [new update]
  • Die, Or Die (Tamat) ✅
  • Last Time Together (End)

Banyak orang datang dan pergi tanpa alasan, sekalinya ada hanya seperti bayangan. Memang dalam menjalani proses kehidupan terkadang terasa berat dan melelahkan. Jadi tetap semangat ya untuk menggapai kebahagian. Sering kali suara ini dibungkam, segala usaha tidak dihargai dan telinga merasakan sakit karena suara-suara yang cukup berisik. Lalu esokan harinya semua dibanding-bandingkan seolah apapun yang dijalani salah sehingga terpaksa wajah ini memakai topeng kepalsuan lalu bergerak seperti wayang. Apakah harus diam melihat keasingan antara jiwa dan raga ini ? Apakah salah jika menjadi diri sendiri ? "Tuhan, kapan kebahagian datang kepadaku? Mereka sudah lari jauh didepan sedangkan diri ini masih pada tempatnya". Memang tanpa harapan hidup terasa hampa sedangkan kesabaran dan bersyukur merupakan salah satu kunci dalam kehidupan. Bukankah hanya Maha penciptalah yang bisa membantumu. Jadi apakah semua ini normal? Apakah hanya diriku saja yang merasakannya? Lalu bagaimana aku harus bertahan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines