The Intelligibillity Life

The Intelligibillity Life

  • WpView
    Reads 99
  • WpVote
    Votes 36
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadComplete Sun, Apr 30, 2017
Prolog : Kesedihan kembali menyelimuti raut wajah Halley Anartha. Meskipun begitu Halley tidak pernah merasa putus asa di setiap detik perjalanan hidupnya. Akankah seseorang datang dalam kehidupannya dan memberikan harapan untuknya. Apakah harapan itu akan mengubah hidupnya?
All Rights Reserved
#1
halley
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DUNIA FLORA
  • FALLING IN LOVE
  • 'HiLanG'
  • CHRISTIAN EL DANDELION [ The End ]
  • Jauh. Esok Nanti atau Selamanya
  • Dandelion [COMPLETED]
  • MACARON LOVE
  • RED RAIN
  • AKSARA LARA(END)

Gue cuma gak mau Lo mati," suara Fabian terdengar parau. Flora tersenyum getir, " Tapi Lo sendiri yang buat gue ngerasa mati sebelum gue mati," Fabian terdiam. Ucapan flora barusan menampar dirinya keras, membuat rasa bersalah semakin menggerogotinya. " Ra... Tolong ngerti," suara Fabian tercekat. " Gue selalu ngerti Fabian!" bentaknya tak sadar, isakannya semakin terdengar jelas, membuat siapapun yang mendengarnya pasti akan merasa sedih. "Tapi siapa yang peduli perasaan gue?" suara gadis itu melemah. " Siapa yang peduli mental gue hancur? Siapa yang peduli kalo gue cuma orang yang haus kasih sayang? Siapa?!" " Di sini ada gue yang sayang sama Lo," Fabian meraih tangan gadis itu namun flora dengan cepat langsung menepisnya. Air mata Fabian mengalir membasahi pipinya. " Kita bakal hidup bahagia..."satu isakan lolos dari mulut Fabian, namun ia langsung menahannya. Flora menggeleng pelan, tatapannya semakin kosong. " Kisah kita gak bakalan berakhir happy end Fabian..."

More details
WpActionLinkContent Guidelines