Shafae Naziko [ON HOLD]

Shafae Naziko [ON HOLD]

  • WpView
    Reads 184
  • WpVote
    Votes 79
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 29, 2018
Shafae Naziko. Menurutnya, ia bukanlah seorang badgirl seperti kata orang banyak. Ia hanyalah seorang gadis baik nan cantik dan fenomenal yang sedikit bandel. Shafa hanya suka melakukan apa yang ia mau lakukan. Seperti saat rambutnya lebih berwarna. Saat Shafa berkeliaran di jam pelajaran. Saat Shafa menggunakan sepatu-sepatunya yang lucu. Saat Shafa menakuti adik-adik kelasnya, ia suka melihat wajah adik kelasnya yang pucat. Tapi, Shafa tidak suka saat ia berada di rumah terlalu lama. Shafa tidak suka saat harus berdiam diri di dalam rumah. Shafa tidak suka saat hal buruk menimpa orang-orang di sekelilingnya. Shafa tidak suka saat perasaan takut itu datang. Dan Shafa paling tidak suka saat perasaannya kacau, hal ini menyebabkan ia tidak bisa berpikir dan akan semakin takut. Walaupun Shafa adalah gadis baik nan cantik dan fenomenal. Tapi, Shafa tetaplah gadis biasa. Ia tetap memiliki rasa kepada seseorang. Dan hal itu membuatnya takut dan merasa kacau. Di tambah dengan perasaan bimbang yang datang karena orang-orang di sekelilingnya serta fakta bahwa ada yang menyukai Shafa dan terang-terangan mendekatinya. Shafa tidak mampu mehanannya. Ia memilih melarikan diri. Dan ia harus menanggung pilihannya. ~~~ "Kata mama, lebih baik dicintai dari pada mencintai. Jadi, aku- eh gue pilih dia"-Shafae Naziko.
All Rights Reserved
#817
nakal
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Diary Ayra: Cerita Cinta SMA
  • JAM 3 SORE
  • ARGLADIS
  • Bad Girl Reputation
  • Gula - Gula
  • YILDIZ [TAMAT]
  • ELZEAN [On Going]
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]
  • Fake Smile [End]

Masa SMA selalu identik dengan cerita cinta pertama-manis, sederhana, dan penuh harapan. Ayra tahu itu. Karena itu, ia memilih untuk tidak terlalu berharap pada kisah cintanya sendiri. Hingga kehadiran Heksa Albara Davendra perlahan mengubah cara Ayra memandang perasaan. Dari obrolan ringan, kebersamaan sebagai sahabat, hingga rasa nyaman yang tumbuh tanpa disadari, Ayra mulai percaya bahwa hatinya tak salah memilih. Namun, cinta tak selalu datang pada waktu yang tepat. Ketika perasaan semakin dalam, Ayra dihadapkan pada kenyataan yang memaksanya belajar tentang kecewa, menerima, dan arti mencintai tanpa memiliki. Diary Ayra adalah kisah tentang cinta SMA yang sederhana, realistis, dan dekat dengan kehidupan remaja-tentang harapan yang tumbuh, perasaan yang tak selalu berbalas, dan proses pendewasaan diri di usia muda.

More details
WpActionLinkContent Guidelines