We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
ANDREA

ANDREA

  • WpView
    Reads 97
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Nov 29, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Hari-hari ku yang tenang pun berakhir saat lelaki itu muncul,mengusikku dengan semua sikapnya yang suka memaksa,kekanak kanakan dan juga suka ikut campur dalam hidupku. Dia rafiq cowok gila yang selalu membuatku kesal setiap harinya,rafiq si norak yang suka nyanyi padahal nggak hafal liriknya,rafiq yang kaya tapi pelit yang slalu minta ditraktir es cendol depan sekolah,rafiq si bocah yang rela rebutan kembang gula sama anak sd di pasar malam,rafiq yang penuh dengan kegobloqan gombal dan filosofi yang dia karang sesukanya dan yang terakhir dia adalah rafiq si cowo gila yang berani menantang pak polisi karna memukul si 'bubu'kesayangannya. Tapi terlepas dari itu,rafiq adalah satu satunya orang yang membuatku paham kalau es CENDOL kesukaannya itu bukan cuma sekedar es CENDOL!! Dia yang datang sesuka hatinya,membut ku bisa merasakan indahnya dunia yang sebelumnya tak pernah kurasakan,seperti KUAH CENDOL BERTEMU DENGAN ISINYA. "Hey rafiq!wherever you go i will still waiting for you,and i love you:)"
All Rights Reserved
#62
andrea
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Numbness (selesai)
  • Layla (END)
  • Nial dan Nila
  • THE CLIMB [Completed]
  • Aniano {end}
  • Look At Here (Slow Update)
  • ON SIGHT (Completed)
  • Only You [Slow Update]
  • ALGAFA
  • Cheerful Girl [ENDING]

Highest rank : #1 in boyfriend [15 januari 2019] "Jauh-jauh dari gue!" Ia mengibas-ngibaskan tangannya, seolah mengusir. Mau tidak mau Adel menurut, ia mundur dengan senyuman yang masih mengembang. "Jauh lagi!" Adel mundur lagi. "Lagi!" "Terus, lagi!" Adel terus mengikuti ucapan Bagas, dan senyumannya semakin lama kian sirna. "Udah, stop! Lo harus jaga jarak sama gue kayak gini. Kalo lo berani deket-deket, kita end!" sungut Bagas sambil memperagakan gaya menggorok leher. Bibir Adel mengerucut. "Ih, gue jadi kayak penguntit tau nggak, Gas?!" "Gas gus gas gus! Lo kira gue elpiji!" ucap Bagas tak terima dengan namanya yang disingkat-singkat dan malah jatuhnya seperti gas elpiji. Adel cengengesan. "Jadi, gue manggilnya apa, dong? Ba? Atau..... Sayang?" -------- Copyright 2018 @windchenchaa

More details
WpActionLinkContent Guidelines