Waves Upon the Shore

Waves Upon the Shore

  • WpView
    LECTURAS 2,136
  • WpVote
    Votos 1,135
  • WpPart
    Partes 23
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, may 16, 2018
Ella Houston merinding melihat sepasang mata hitam yang menatapnya dengan sinis. Semua ini memang salahnya. "Biarkan aku membantumu, kumohon." Takahiro Kishida melihat sekilas tangannya yang sekarang diperban. Dia masih menggunakannya untuk melukis baru beberapa jam yang lalu, dan sekarang? "Kamu akan menjadi pembantuku sampai tanganku sembuh total." Awalnya Kishida sangat kesal terhadap Ella karena telah membuat tangannya terkilir. Siapa sangka bahwa rencananya untuk melarikan diri dari ayahnya yang pemaksa dapat berakhir dengan kecelakaan seperti ini? Lama kelamaan perasaannya berubah. Namun Kishida tidak tahu, bahwa dibalik setiap senyuman hangat gadis tersebut, terbaring sebuah memori yang tidak dapat dilupakan. Sebuah memori yang mengancam akan menerornya sekali lagi. [update sesering mungkin] akan direvisi setelah tamat
Todos los derechos reservados
#251
pantai
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Coffee Of My Life
  • The Sweetest Billionaire ✔️
  • Christopher's Lover
  • FORCED LOVE : SHE MY LOVE [HTS #2]✔
  • Hy Enemy! I MISS YOU. [LENGKAP]
  • Regulation of Vampire [END-Part Masih Lengkap]
  • Let Me Love You In Another Life [SasoSaku] 🔞
  • The Ocean Of Love
  • Hiraeth ✔ ( END )
  • Almost Remember

Sebuah kisah cinta, kisah persahabatan dan kisah keluarga. Kisah yang menceritakan pahitnya kehidupan saat menjadi dirinya. Dia gadis bodoh yang semakin hari terdesak keadaan. Menjerit meminta tolong pada angin yang tak menghiraukannya. Apa mungkin kalian percaya pada keajaiban sebuah kesetiaan dalam penantian panjang? Ibunya mungkin suatu saat akan meninggalkannya dan pria itu mungkin bukan cinta sejatinya, tapi di sudut ruang dalam setitik cahaya yang menjadi satu-satunya harapan, ia mencoba mengukir akhir kisah yang manis. -- Sakit. Rasanya sakit sekali. Aku seperti menggores tubuhku dengan pisau yang kugenggam sendiri. Namun sebelumnya tanpa kusadari, aku terlebih dulu menikamnya. Lalu, bagaimana cara menolongnya sementara tangankupun tak sanggup lagi bergerak? Apa permintaan maaf masih bisa ditoleransi? -COMPLETED-

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido