We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Hati yang Berkabut

Hati yang Berkabut

  • WpView
    Reads 381
  • WpVote
    Votes 34
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 26, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Aku selalu bermimpi menjadi seekor merpati Setia, hanya pada satu cinta Hingga Dewasa telah menghampiriku Namun, keNaifan ini tak kunjung pergi dari dalam jiwaku Aku, tak ada bedanya dengan yang dulu kekanak - kanakan Sangat bodoh, apalagi jika tentang Cinta Cinta, Setia, dan Bodoh Hampir tak bisa ku bedakan Berulang kali aku ditipu Aku seperti berjalan dalam jalan yang gelap Karena Hati ini terus Berkabut
All Rights Reserved
#999
of
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DENTING  [Revisi]
  • DiaNda (END)
  • I'm Alvin [On Going]
  • PROMISE - HAECHAN
  • Letha
  • FIRST DATE | KIM DOYOUNG
  • My Junior My Love ✔️
  • Hidden Angel [ Huang Renjun]
  • Listen to Your Heart

Kebersamaan dapat membuka celah dihati seiring berjalannya waktu. Berada disampingmu itu sebuah kenyamanan bagiku. Kamu yang selalu sabar, kamu yang menantiku, kamu yang bertahan disaat aku juga sedang bertahan untuk orang lain. Hingga orang yang aku perjuangkan ternyata mengecewakan. Tapi aku sadar, betapa hati ini kosong. Kau pergi membawa hatiku tanpa membawa diriku. Hatiku dibawa olehmu, aku tak dapat merasakan apapun selain kehangatan jiwamu. Namun, kamu pergi tanpa sempat memberi hatimu, Juga kau biarkan hatiku terkurung disana. Aku jatuh hati padamu. Sedangkan kamu terlalu mudah menjatuhkan hatiku. Kamu melupakanku, menjauhiku. Dan aku hanya bisa diam, menyadari semuanya berjalan menjauh tanpa bisa berbuat apa-apa. Karena ku rasa ini sudah sepantasnya aku dapatkan, mengingat dulu aku-lah yang lebih banyak menyakitimu. Dan itu seperti bomerang, kembali menyerang balik diriku. Aku tak dapat mencegahmu pergi. Dan kamu, diam-diam menjemput perempuan masa lalumu. Namun, aku terlalu bodoh untuk mengetahui perasaan orang macam kamu. Yang aku tahu, cinta itu mudah. Dan ternyata aku salah. Bahkan, aku salah telah memilih orang. ----- Note: Hargai tulisan karena menulis butuh pemikiran, waktu, dan imajinasi yang tak semudah saat membacanya saja. Dan lapor ya, kalo kalian menemukan cerita yang sama seperti ini, makasih ☺

More details
WpActionLinkContent Guidelines