We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
JONGGA
  • WpView
    Reads 37
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 15, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
"Ara." "Ga usah manggil gue Ara!" Ucap Alsza saat mendengar Jongga memanggilnya dengan sebutan Ara. "Emang kenapa? Nama lo kan?" Balas Jongga dengan senyuman kecil dibibirnya dan menyenderkan tubuhnya pada kursi yang Ia duduki, tidak lupa dengan tangannya yang dilipat didepan dada. Terus menatap Alsza yang kini telah membalas tatapannya dengan tatapan kebencian. "Nama gue Alsza!" "Alsza Araanti. Araanti. Ara" padat dan singkat Jongga menjelaskan asal-usul disebutkannya kata 'Ara'. "Jangan panggil gue Ara! Cuma Mama Papa yang manggil gue Ara!" "Ya berarti lo harus terbiasa, karna mulai sekarang gue juga akan menggil lo Ara" --- Add cerita ini ke library dan reading list kalian ya!!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ASA (Lengkap/TERBIT)
  • AZELLO [END]
  • ANEAS [ Tahap Revisi ]
  • ALTEZZA EL !On Going!
  • Aku Adalah Lukamu
  • RAVEN [ ✔ ]
  • ALARA [SELESAI]
  • Aku, Kamu dan Hujan
  • Hurry Hutt  Frei Wolfsmadchen
  • The Book Of H

Asa menatap sendu sang Mama, perlahan tangannya menggenggam Lita sang Ibunda. "Asa lelah, Ma. Seperti halnya nama Asa, yang berarti harapan. Asa memiliki satu harapan untuk Mama. Asa pengen Mama bangun dari koma, di saat Asa sedang putus asa dan yang lain pergi dari Asa, Asa ingin di peluk Mama, kaya temen-temen yang lain." kata Asa untuk Mama Litania. * "Gak apa-apa kalo Papa gak selalu ada dan gak anggep Asa sebagai anak Papa. Tapi satu hal yang harus Papa tau, kalo Asa sayang... banget sama Papa." jedanya lalu menundukkan kepala menatap sepatunya. "Papa adalah pahlawan terbaik dalam hidup Asa. Bagaimana pun keadaannya, Papa tetap pahlawan terhebat dalam hidup Asa." kata Asa untuk Papa Galang. * ''A-Asa titip salam say-yang un-tuk Ma-ma ... Pa-pa d-dan Ba-Bang Ad-am.'' lirih Asa dengan suara bergetar. Alzan menggeleng kuat mendengar ucapan Asa, ''Kamu bisa sampein langsung semua akan baik-baik aja, kamu jangan bicara dulu ya?'' desak Alzan merasa takut. Asa tersenyum mendegar ucapan Alzan. ''G-Gus Al, to-tolong b-bimbing As-sa.'' lirih Asa pelan dengan suara terputus-putus. Mata Alzan terpejam kuat mendengar permintaan Asa. ''G-Gus ... '' lirih Asa sangat pelan. Alzan membuang napas nya perlahan lalu menguatkan hatinya menatap Asa yang tersenyum dengan darah yang terus mengalir di bagian kepala, wajah dan bagian lainnya. "Ikutin saya, Ya? Ayshadu An-la ilaha illallah ..." "Ayshadu An-la ilaha illallah ... " lirih Asa. "Wa Ayshadu Anna Muhammada Rasulullah." "Wa-Wa Ayshadu An-na Mu-muhammada Rasulul ... lah ..." ucap Asa sangat pelan sebelum akhirnya ia menghembuskan napas terakhirnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines