More Chance?

More Chance?

  • WpView
    Reads 5,915
  • WpVote
    Votes 1,352
  • WpPart
    Parts 32
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Oct 22, 2017
SLOW UPDATE BEBERAPA PART AKAN DIPRIVATE. #930 In TeenFiction 3/8/2017 • ------ • Kamu tau,semua memiliki fase dan membutuhkan waktu Aku pernah membencimu Namun seiring berjalannya waktu, Aku terbiasa dengan kehadiranmu Aku mulai membuka hati, Aku mulai mencintaimu dengan tulus. Namun seiring berjalannya waktu pula, Kamu merubah rasa cinta menjadi kecewa. Jadi? Setelah kesalahan yang telah diperbuat, Apakah pantas kamu mendapatkan kesempatan? Copyright ©2017 i t s l m n x Start written in 7 june 2k17. HOPE YOU GUYS ENJOY💖
All Rights Reserved
#269
chance
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DENTING  [Revisi]
  • FRIENDzone (Completed)
  • AILY DAILY
  • Because Of You (END)
  • TIANNE (My Happiness Is In You) (✓)
  • Aku Dan Bintang [COMPLETED]
  • Our Times (Completed)
  • Mencintai Dalam Diam (SELESAI)
  • KEYLA
  • Sebuah Rasa

Kebersamaan dapat membuka celah dihati seiring berjalannya waktu. Berada disampingmu itu sebuah kenyamanan bagiku. Kamu yang selalu sabar, kamu yang menantiku, kamu yang bertahan disaat aku juga sedang bertahan untuk orang lain. Hingga orang yang aku perjuangkan ternyata mengecewakan. Tapi aku sadar, betapa hati ini kosong. Kau pergi membawa hatiku tanpa membawa diriku. Hatiku dibawa olehmu, aku tak dapat merasakan apapun selain kehangatan jiwamu. Namun, kamu pergi tanpa sempat memberi hatimu, Juga kau biarkan hatiku terkurung disana. Aku jatuh hati padamu. Sedangkan kamu terlalu mudah menjatuhkan hatiku. Kamu melupakanku, menjauhiku. Dan aku hanya bisa diam, menyadari semuanya berjalan menjauh tanpa bisa berbuat apa-apa. Karena ku rasa ini sudah sepantasnya aku dapatkan, mengingat dulu aku-lah yang lebih banyak menyakitimu. Dan itu seperti bomerang, kembali menyerang balik diriku. Aku tak dapat mencegahmu pergi. Dan kamu, diam-diam menjemput perempuan masa lalumu. Namun, aku terlalu bodoh untuk mengetahui perasaan orang macam kamu. Yang aku tahu, cinta itu mudah. Dan ternyata aku salah. Bahkan, aku salah telah memilih orang. ----- Note: Hargai tulisan karena menulis butuh pemikiran, waktu, dan imajinasi yang tak semudah saat membacanya saja. Dan lapor ya, kalo kalian menemukan cerita yang sama seperti ini, makasih ☺

More details
WpActionLinkContent Guidelines