Realize

Realize

  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 3, 2017
"Aku benci hujan, tapi kenapa hujan ini membuat ku nyaman. Entah sejak kapan kamu datang, membuat hujan sebagai karunia Tuhan paling indah dimataku" Tapi.. "kini ku tau bagaimana cara mu memandangku.. seperti apa aku dimata mu.. sejauh apa kau menatapku.. aku sadar, bahkan saat ini kau tidak sedikitpun menoleh pada ku.. " Aerilyn, sahabat lama Jovan sejak SMP. tapi semenjak kematian Kinta yang juga sahabat Jovan dan Aerilyn. semua berubah. tak ada tegur sapa bahkan tak sepatah katapun yang terucap. Aerilyn harus memulai awal yang baru dengan mengenal Jovan yang baru. Karena jika semuanya sudah terlambat, tak akan ada yang bisa kembali.
All Rights Reserved
#6
realize
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hating Rain, Loving You
  • Cinta Putih Biru (Slow Update)
  • Can I Be Yours, Senpai?
  • Everything
  • SAGAZIELL [ Selesai ]
  • rain untuk senja
  • I Hate Rain
  • INTUISI [END]
  • My Cold Boy (Tamat)
  • Two Love One The Heart [On Going]

"Kenapa kamu suka sama aku? Bukannya kamu benci hujan?" Cowok itu menelengkan kepala agar bisa melihat lebih jelas wajah malu-malu gadis di depannya. Senyum samarnya terukir dalam keremangan lampu jalanan. Kina mengangkat wajahnya, memberanikan diri untuk balas menatap si pemuda. "Karena kamu satu-satunya hujan yang tidak aku benci." #1 on crush 20250217 #1 on crush 20250218

More details
WpActionLinkContent Guidelines