Leonardo Alejandro

Leonardo Alejandro

  • WpView
    Reads 328
  • WpVote
    Votes 31
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 16, 2017
Leonardo Alejandro Kaiden terkenal dengan ulahnya yang selalu membuat guru guru sekolahannya pusing akan sikapnya. Perawakan yang tinggi dengan rambut hitam legamnya membuat semua wanita di sekolahnya selalu berlomba lomba untuk mendapatkannya. Kyla Jacqueline Alexander dia bukan gadis populer seperti kebanyakan gadis yang ada di sekolahnya, dia hanyalah gadis sederhana dengan segala kepintarannya. Suatu pagi pertemuan mereka berdua membuat mereka menjadi sahabat yang saling melengkapi, hingga perasaan itu tumbuh diantara mereka berdua, akankah mereka di persatukan oleh waktu ?
All Rights Reserved
#165
kyla
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • AL AL GANG [Complicated]
  • The Fall of Ladykiller
  • Just Be Friends
  • LEITHLEACH
  • Imperfection : Trapped With Troublemakers✓ [Republish+Remake]
  • Senja Jadi Sendu (END)
  • FALCATE
  • Dear My big Bro • On going

Terdapat dua anak kecil yang gembira sedang bermain ditaman dan bercanda ria. Yang cewek namanya Lexa dan yang cowok namanya Al. "Xa, jangan nangis dong? Nanti aku beliin es klim lagi deh." Kata si cowok agak pelo. "Benelan, tapi yang banyak ya." Kata si cewek berhenti menangis sambil usap ingus nya. "Kita kesana yuk." Ajak si Al ke dua ayunan di taman tersebut. "Ayok." Kata Lexa semangat. Sambil main ayunan mereka berdua bercanda ria. Tapi Lexa takut bilang ini ke Al karena Lexa udah nyaman sama Al walaupun baru beberapa hari kenalnya. "Al." Panggil Lexa agak takut. "Ada apa, Xa?." Jawab si Al sambil ayunin ayunannya si Lexa. "Aku mau bilang sesuatu tapi Al gak boleh malah ya?." Sambil nunjukin kelingkingnya ke Al dan dibalas oleh Al. "Iya aku gak bakal malah kok." Kata La meyakinkan Lexa. "Lexa, besok disuluh papa sama mama pindah ke Belanda dan tinggal disana." Sambil nangis sesegukan karena dia gak bakal ketemu sama sahabatnya lagi. "Kenapa besok? Gak bisa ditunda aja." Dia bertanya sambil peluk Lexa tulus. "Katanya gak bisa, maafin Lexa ya Al. Lexa harus pergi jaga ini baik baik. Kalo Al kangen Lexa pandang aja buku ini." Sambil menyodorkan sebuah notebook yang berisi foto mereka berdua sedang bercanda dan menangis bersama. "Maafin Al ya, udah buat kamu nangis kayak gini. Kalo udah besal nanti kita pasti ketemu kok." Kata Al agak cadel. "Maafin Lexa ya, pasti nanti Lexa kangen banget sama Al." Masih menangis di pelukan Al. Yang bisa mereka lakukan adalah menerima kenyataan bahwa mereka harus berpisah. Dan hari ini mereka hanya menghabiskannya untuk melepas rindu sebelum Lexa pergi ke Belanda.

More details
WpActionLinkContent Guidelines