Bagaimana kalau sebuah mimpi harus dibayar dengan mahal? Bagaimana kalau ternyata kita masih punya pilihan atas apa yang kita jalani hari ini? Atau bagaimana kalau kita tidak hidup hanya untuk sekadar bahagia? Tinggal seatap dalam satu kos dan fakultas yang sama, membuat Hydra, Lino dan Chalis saling mengenal dan memahami luka masing-masing. Hydra misalnya, orang hanya tahu bahwa dia memiliki hidup yang sempurna tanpa cela, tapi siapa yang menyangka bahwa sebenarnya Hydra hanyalah anak yang ditinggalkan. Atau Lino, si anak pertama yang harus menghadapi kehilangan sosok yang paling dia cintai dan dipaksa bertempur menghadapi kerasnya hidup. Mungkin juga Chalis, si ceria penuh tawa, yang harus hidup dengan membawa nama besar keluarga dan selalu merasa dikhianati oleh usahanya sendiri. Bisakah mereka menyelesaikan cerita usia 20-an mereka di bangku perkuliahan dengan baik? Ini hanyalah sebuah cerita tentang persahabatan, keluarga, dan cinta. Tentang 3 orang yang berusaha untuk menemukan dirinya sendiri.
More details