We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Leave
  • WpView
    Reads 263
  • WpVote
    Votes 43
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 9, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
Pertemuan kita entah berakhir kebahagiaan atau kesedihan. Apapun itu, perasaan tetap akan tumbuh layaknya kaktus yg tetap hidup dimanapun tetapi memiliki banyak duri yg menyakiti. Kedua orang yg memiliki masa lalu berkaitan, dan berusaha melupakan. Cinta yg sekedar omongan belaka dan bukan dari hati yg tulus, akan menumbuhkan ego yg besar pula. Saling melukai satu sama lain itulah yg dilakukan Sean dan Valerie. Tidak ada satupun yg berani mengungkapkan isi hatinya. Kisah dua orang remaja yg saling mencintai dalam diam dan tanpa obsesi.
All Rights Reserved
#61
eriscafebriani
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Menunggu Waktu, Menemukan Dirimu
  • Never Be The Same
  • ERLANGGA (ON GOING)
  • Dilema Sebuah Rasa ❤
  • Only You
  • LOH MANTANN?!!
  • Bara [REVISI]
  • ARBIAN [ ON GOING ] √

Liora dan Levian dipertemukan secara tak sengaja di kampus sebuah pertemuan sederhana yang tumbuh menjadi cinta tak terduga. Namun ketika Levian menerima beasiswa ke luar negeri, hubungan mereka diuji oleh jarak, waktu, dan ketidakpastian. Selama empat tahun menjalani LDR, mereka bertahan dengan harapan dan janji. Tapi tak ada yang bisa memprediksi arah takdir terutama ketika masa lalu Aksan kembali menghantui dalam wujud rahasia yang tak pernah ia ceritakan. Sementara itu, hadirnya Ray, pria asing yang penuh teka-teki, mulai mengaburkan batas antara rasa nyaman dan kesetiaan. Dibalut dengan rindu yang membeku, penantian yang menggantung, dan cinta yang nyaris padam, kisah ini membawa pembaca pada lika-liku emosi, kebohongan, dan pengkhianatan... hingga semua berpuncak pada sebuah pelaminan yang mungkin bukan tempat mereka berdua berdiri bersama. Karena kadang, yang paling kita cinta... justru yang paling menyakitkan. Tapi juga, yang paling layak diperjuangkan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines