Tentangku yang mencarimu...

Tentangku yang mencarimu...

  • WpView
    LECTURAS 1,886
  • WpVote
    Votos 221
  • WpPart
    Partes 5
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, abr 5, 2017
Orang bilang saat terjujur pada diri sendiri adalah di saat malam hari.. Saat sendiri... Beberapa menit menjelang kantuk menjemput kita menuju buaian sang mimpi Di saat terjujur ini kita sering bertanya pada hati Namun seringkali nggak menemukan jawabnya Karena begitu banyak pertanyaan yang memang tak ada jawabnya Mungkin sang waktu yang menyembunyikan Dan cuma kata demi kata di balik sepenggal puisi yang mampu memberikan petunjuk tentang apa yang kita rasakan sesungguhnya
Todos los derechos reservados
#690
poetry
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Senja (Diangkat Dari Kisah Nyata)
  • ELBRASTA
  • Menanti dalam istiqomah
  • Secangkir Kopi dan Seutas Rindu [ COMPLETED ]
  • Catatan rasa
  • Jatuh Cinta itu Luka
  • My Junior My Love ✔️
  • Lost in Your Mysterious Feeling [ TAMAT ]
  • Setulus Rasa Untuk Kehidupan
  • Rangkaian Aksara

Tepatnya 1 tahun 8 bulan sudah akan tiba. Dimana masa-masa yang sangat sulit, hari demi hari beriringan dengan sunggingan senyum manis dihampiri dengan perasaan yang masih membekas_memar. Aku perlu tau, seakan menjadi topik pembicaraan kita tempo hari_desakku. Aku hanya perlu pahami;setidaknya masa lalu adalah gambaran yang telah usang. Tapi, masih saja kerap sekali kau jaga dari debu. Aku fikir, kau sungguh tiada berujung sedih_nyatanya pahit. Berulangkali aku sering tak sadar akan kehadiranmu; menghantui kesesakan dalam dada. Seharusnya aku sadar_membohongi diri. Sebenarnya jiwaku meronta_rapuh;tapi kakiku beku, lidahku kaku. Berbuat semauku pun tak mampu. Aku harus ceritrakan sepenggal kata ini_setidaknya pada bayanganmu, atau sebait kalimat ini ku sampaikan pada nafasmu. Aku menyerah. Ya, aku pernah menyerah dan berlabuh dihatimu karena rapuh_sama halnya sekarang aku ingin berhenti_lari dari kenyataanmu. Kau bahkan tidak mau tau tentangku_nalarku hilang. Sama persis saat aku pernah kekosongan_kau pun mengisi hariku. Bagaimana aku dapat berisyarat_bergerakpun aku tak sanggup. Aku bagai terjerat;buram;kelam. Hari ini aku akan pastikan kau tidaklah takdirku. Dimana aku bisa bebas dan terbang;melompat dan menerjang_tidaklah keingiannmu. Bermimpi tentangmu tak jua masuk dalam hariku_masih ada yang mengkait dikepalamu_aku hanya persinggahan. Ini terlalu sakit yang mendalam. Aku bisa apa? Coba jelaskan kepada selembar kertas jawabmu_mungkin aku dapati. Setidaknya kau tidak membiarkanku terjerat. Aku bisa berbuat apa dengan menjalani hubungan ini tanpa tulusmu mencintai kekuranganku. Aku tak mampu dengan keinginanmu. Aku sungguh tiada daya. Ku mohon maafkan kelemahanku. Itulah mungkin sebabnya kau masih mencari separuh yang pernah hilang dan tertinggal. Aku bersedia kau tinggalkan tanpa syarat apapun, asal titipkan salammu sebagai suatu tanda kau pernah menjadi penghias hariku_kelam. Aku bersedia_tinggalkan aku saja, mungkin itu lebih baik bagimu_kehilangan. April 2017

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido