Light And The Darkness: WAR THE END

Light And The Darkness: WAR THE END

  • WpView
    Reads 212
  • WpVote
    Votes 45
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 6, 2022
Keanehan? Aku selalu saja mengalaminya menjelang ulang tahunku yang ke-17 ini. Aku tidak tau mengapa semua itu terjadi kepadaku, yang selalu saja dilanda rasa tanda tanya akan semua kejadian yang menimpaku itu. Jujur saja, pria bercahaya dengan pedang di pinggulnya? Huh, aku hampir setiap hari melihatnya seperti tengah mengawasiku. Melintas tepat di depanku ketika kesadaranku tidak sepenuhnya ada. Apakah halusinasi? Hm.. mungkin tidak mungkin iya. Kata teman-temanku itu hanya halusinasi, tapi bagiku itu semua tampak sangat nyata. Ada apa dengan diriku. Selama beberapa hari berturut-turut ini juga aku mengalami mimpi yang sangat aneh namun rasa sakit yang kualami dan ketakutannya sangat nyata kurasa, aku sangat bingung. Siapapun, kuharap dapat menjelaskan apa yang kualami ini dan mengapa terjadi kepadaku.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • WOOS
  • Beuty Is a Disaster
  • Kimberly Academy
  • Hantu-Hantu di Tanah Pribumi
  • Kimberly Academy 2 : Lost And Found
  • Ventiones Academy [REVISI]
  • WIZARD (Broken Butterfly) END
  • Vrittanta yang Terlupakan [HIATUS]
  • in ROOM
  • The Unlucky Wizard (Revisi)
WOOS

Lautan sangat luas dan dalam, tidak ada siapapun yang dapat mengukurnya. Sama seperti jurang itu, tidak ada yang mengetahui seberapa dalam dasarnya. Semuanya sangat gelap. Dasar yang selama ini aku kira adalah ujung segalanya namun sepertinya bukan dasar yang sesungguhnya. Setiap waktu, mereka menyerang dan terus menyerang. Mereka berusaha memilikiku dengan terus menyakiti tubuhku. Suara-suara mereka sangat menyakitkan dan terus menggema di kepalaku sehingga lama-lama membuatku seperti orang gila. Sudah berapa lama aku disini. Siang menjadi malam dan malam menjadi siang. Aku tidak dapat mengetahuinya. Aku terus berteriak, pergi ... pergi ... kalian semuaaaa... pergi !!! Tinggalkan aku sendiri disini. Kalian tidak akan bisa memilikiku... Pergi !!! kalian semua ... pergi !!! aku terus berteriak mengusir mereka agar mereka menjauh dan hilang dari pandanganku namun mereka tidak mau pergi. Jumlah mereka justru semakin lama semakin banyak. jumlahnya tidak terbatas. Bayangan-bayangan itu semakin banyak dan berwarna hitam kelam. Aku terus menolak suara-suara mereka yang perlahan-lahan mulai melampaui batas dan membuka segel yang selama ini melindungi kita berdua dan perlahan-lahan aku jatuh ke dalam kegelapan itu. Apakah aku sungguh akan jatuh ke dalam kegelapan ? Kalimat-kalimat itu terus berputar berulang-ulang di dalam pikiranku dan kesadaranku perlahan-lahan menghilang ke dalam kegelapan. Kamu tau apa yang aku rasakan di dalam tubuh yang sudah bukan milikku? Tentu saja kamu tidak dapat merasakannya karena kamu tidak mengingat apapun tentang kejadian 14 Tahun yang lalu. Kamu sangat bahagia dengan kehidupanmu saat ini. Senyum di wajahmu itu membuat hatiku tercabik-cabik. Aku akan membuatmu membayar semuanya. Aku tidak akan membiarkan kamu melupakan aku dengan begitu mudah. Aku akan membalas semua rasa sakit yang aku terima selama ini. Semuanya ini tidak akan terjadi jika bukan karena dirimu yang tidak seharusnya terlahir ke dunia ini.

More details
WpActionLinkContent Guidelines