Dingin Hati

Dingin Hati

  • WpView
    Membaca 383,697
  • WpVote
    Vote 19,446
  • WpPart
    Bab 22
WpMetadataReadDewasaLengkap Sel, Jul 8, 2025
Pernikahan mereka tidak dimulai dari cinta, melainkan dari perjanjian yang dibuat dua keluarga dan satu alasan klasik: "Dia laki-laki baik, nanti juga jatuh cinta." Adis, seorang mahasiswa semester akhir di Magelang, harus belajar menjadi istri dari seorang tentara pasukan khusus-Davin. Seorang lelaki dingin, tertutup, dan lebih sering mengabdi pada negara daripada pulang ke rumah. Adis mencoba, sungguh-sungguh. Membuka hati, menyesuaikan diri, bertahan dalam sepi. Namun, sekeras apa pun ia bertahan, ia selalu merasa seperti rumah yang tidak pernah benar-benar ditinggali. Davin pun berusaha. Tapi tugas, jarak, dan ketidakmampuannya mengungkap rasa membuatnya gagal menyadari bahwa perempuan di rumahnya mulai lelah diperjuangkan sendirian. Ketika kehilangan itu datang terlalu cepat-bahkan sebelum keduanya benar-benar mencintai dengan utuh-Adis pun menyadari, mungkin bukan cinta yang tak cukup kuat. Tapi keduanya yang terlalu terlambat belajar saling memahami. Karena tidak semua pernikahan bisa diselamatkan hanya dengan rasa yang tumbuh. Kadang, cinta saja tidak cukup.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Eccedentesiast
  • Not Perfect (COMPLETED)
  • Cinta Lama [Completed]
  • Dituliskan Takdir
  • Evando&Seraphine [END]
  • Persit Untuk Kapten
  • Thoughts Unsaid
  • Cinta Tiada Akhir (TAMAT)
  • About Meet (COMPLETED)

Namanya, Mentari Khalila Hasan. Lebih akrab disapa, Riri. Senyumnya, secerah mentari dipagi hari. Namun, siapa sangka dibalik sebuah senyum cerahnya, tersimpan banyak kepalsuan. Seolah senyum yang ia tampilkan didepan semua orang hanyalah topeng, atau kamuflase untuknya bertahan hidup didunia yang keras ini. Mungkin Mentari adalah salah satu contoh dari berbagai macam orang didunia ini, yang bersembunyi dibalik topeng "smile" nya agar tidak terlihat menyedihkan. Terkadang orang yang paling banyak tertawa dan selalu mengumbar senyuman adalah mereka yang pintar menyembunyikan lukanya. Begitulah realitanya, banyak orang tersenyum tapi hatinya menangis. Bahkan ada orang yang baik didepan, tapi nyatanya menusuk diam-diam. Ada juga yang seolah membenci, padahal nyatanya menyukai. Pada dasarnya, apa yang kita lihat dan dengar itu belum tentu apa yang sebenarnya terjadi. Isi hati seseorang tidak ada yang tahu, selain dirinya sendiri dan Tuhan-nya. "Aku seperti siang yang tak pernah melihat malam. Seperti bulan yang selalu kesepian, dan seperti mentari yang selalu bersinar. Meskipun tiada yang tahu bahwa sinarku adalah palsu." - Mentari Khalila. 🌻🌻🌻 "Kemarin malam kamu jalan sama siapa ?" Gadis itu menatap lelaki didepannya penuh tanya. "Siapa yang bilang ?" Ucap lelaki itu lalu tersenyum miring. "Ada, kamu gak perlu tahu." Ujar gadis itu lalu menatap lurus kedepan. "Itu cuma sepupu, bukan siapa-siapa." Ucap lelaki itu. Gadis itu membisu ditempatnya. Lelaki itu menatap gadis yang tengah duduk disampingnya, "kamu kenapa?" Dengan segera gadis itu menggeleng, "aku gapapa." Ucapnya lalu tersenyum. "Kamu marah ?" Ucapnya sambil menatap gadis itu. Lagi-lagi gadis itu menggeleng lalu tersenyum, "aku percaya sama kamu." Lelaki itu pun balas tersenyum. 🌻🌻🌻 @TeenlitIndonesia FOLLOW TERLEBIH DAHULU SEBELUM MEMBACA! JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK, VOTE AND COMENT ?

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan