My Boyfriend Is An Idol

My Boyfriend Is An Idol

  • WpView
    LECTURES 1,911
  • WpVote
    Votes 199
  • WpPart
    Chapitres 19
WpMetadataReadTerminé lun., nov. 24, 2025
Saat Sunny harus merasakan bagaimana rasanya menjadi pengasuh sekaligus kekasih dari salah satu seorang idola terkenal di Korea Selatan yaitu Bangtan Boys. Dan harus bisa merelakan cintanya hanya untuk popularitas kekasihnya yang selama ini dia perjuangkan. Hingga suatu saat ketika Sunny memutuskan untuk pergi meninggalkan semua kenangan masa lalunya dan memulai hidup yang baru tapi takdir berkehendak lain sehingga mereka dipertemukan kembali.
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • SASMITA CANDALA (21+)
  • Nala dan Mas Juragan
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • De Andere Weg (END)
  • Almost Married (END)
  • Chasing Sanara
  • The Villain Mother
  • The Last Yes!
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • I Won't Be the Tragic Fiancée (END)

🔞⚠️Note: Cerita ini 21+ ya. Isinya untuk dewasa, mohon bijak dalam membaca. ****** Di Fakultas Ilmu Budaya tempat Andini menuntut ilmu, terdapat satu keanehan yang mencolok: seorang dosen bernama Bapak Mahapraja Hapsari. Setiap kali mengajar, beliau selalu mengenakan kain batik sebagai bawahan. Beliau tidak pernah mengenakan celana kain. Kain tersebut dipadupadankan dengan kemeja berwarna teduh, seperti krim, cokelat muda, putih gading, hijau pupus, dan sesekali merah muda. Penampilannya selalu tampak rapi dan konsisten. Pada awalnya, ketika baru memasuki semester pertama, Andini mengira bahwa hal tersebut hanyalah gaya berbusana biasa. Namun, hingga memasuki semester ketiga, gaya berpakaiannya tidak pernah berubah. Pada suatu siang, karena rasa ingin tahu yang besar, Andini memberanikan diri bertanya secara langsung dengan sopan dan santun. Ia bertanya mengapa beliau tetap mengenakan kain lebar yang terkesan gerah di cuaca panas seperti ini. Dosen yang bertubuh besar dan kekar dengan kulit berwarna cokelat mengilat itu tidak segera menjawab. Ia justru balik bertanya, "Kamu bukan orang Jawa asli, bukan?" "Iya, Pak. Saya orang Sunda. Ibu saya yang berdarah Jawa," jawab Andini. Pria itu bergumam pelan, "Sayang sekali." Wajahnya seketika tampak muram. "Jika kamu benar-benar ingin tahu, temui aku di ruanganku pukul lima sore," ujarnya.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu