Let's get married again

Let's get married again

  • WpView
    Reads 242
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 27, 2017
Hampir gila rasanya, saat karin menyadari kalau ternyata dia jatuh cinta pada suaminya ini. Lalu apa yang salah? Iya mungkin ini hal wajar dalam suatu ikatan pernikahan. Tapi apa yang terjadi kalau pernikahan itu berlangsung dari insiden tanpa rasa. Pernikahan yang terpaksa di jalani karena menjaga perasaan orang tua. Dia pria yang ku segani.. Dia pria yang ku hormati.. Mungkin dulu aku hanya mengaguminya, Dan.. tak pernah terpikir sebelumnya aku akan menikah dengannya. Bahkan dalam mimpi sekalipun. "Ibu..." seorang anak berlari menghampiriku. Aku tersenyum dan menggandeng tangan mungilnya. Kami berjalan sambil tertawa gembira. Iya anak ini kini menjadi anakku. "Hai..." aku menoleh kaget saat seorang pria menggenggam tanganku. "Ayah..." panggil anak itu riang. Pria itu tersenyum. Aku pun tersenyum padanya. Dia kini suamiku. Dulu mungkin hanya atasaku. Atasan yang spesial.
All Rights Reserved
#262
storylove
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Secret Marriage (Adult Romance 21+) TAMAT
  • Let's Make A Happy Marriage
  • Midnight Love
  • SENJA UNTUK SAGARA
  • The Man
  • Cinta untukmu wanita liarku(Tamat & Lengkap)
  • Shaffira ✔ (KBM & KARYAKARSA)
  • A Little Foolishness (END) - PINDAH KE KUBACA

"Enam bulan menjadi suamimu, dan aku menyesali pernikahan konyol ini." "Kamu menyesal karena kebingungan Diva mendesakmu untuk menikahinya kan?" Kali ini aku tersenyum lebar. "Aku khawatir..." Aku memasang ekspresi cemas yang dibuat-buat. "Jangan-jangan, Diva sedang mengandung anakmu. Jadi, dia ingin segera dinikahi." Leo terdiam. Dia membiarkan file yang hendak ditandatanganinya dibiarkan begitu saja seolah dia sedang berpikir keras. Dia kembali menatapku tajam. "Jangan ikut campur urusanku, Nona Muda." "Aku hanya berkomentar. Apa kamu tidak melihat bentuk tubuh Diva yang makin berisi?" Aku menikmati perdebatan ini. "Kamu pikir tidak ada yang tahu dengan tingkah lakumu? Berbuat mesum di kantor dengan seenaknya. Bahkan kamu tidak pernah mengunci pintu ruanganmu. Kamu ini pimpinan macam apa? Bodoh sekali!" Aku memberi penekanan pada dua kata terakhir kalimatku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines