RASA
  • WpView
    Reads 84
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 6, 2017
Dian POV Kupejamkan mataku sesaat ketika tetesan air perlahan memenuhi wajahku. Di tengah guyuran air hujan, aku mengindahkan pikiranku yang saat ini mulai kosong. 1 2 3 dan tiba-tiba semuanya terasa GELAP. -###- Sinar matahari menggaguku kali ini, ku kerjapkan mataku saat perlahan mulai terbuka. Ketika mataku telah terbuka sepenuhnya ku dapati diriku berada di tepian jalan, ingatanku tentang semalam kembali kedalam otakku seperti kaset kusut. "Betul, bahkan saat semalam aku tidak sadarkan diri-pun tidak ada yang sudi untuk menolongku. Apa aku sebegitu sialnya. Mengapa tuhan menciptakanku jika hanya untuk membuat aku menderita. Apakah ini yang dinamakan adil? Jika ya, lalu. Dimana keadilan itu pada hidupku?" (Batinku mengeluh) Ku kuatkan diriku untuk berdiri, ku putuskan untuk pergi dari tempat itu mengikuti arah kakiku. Kakiku membawaku pulang pada rumah yang terlihat begitu kokoh tapi rapuh pada si pemiliknya. Ya, itu aku.
All Rights Reserved
#865
terluka
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The last song of our love in London •END•
  • Eternal Flame
  • Love in Difference
  • Cempaka Terakhir ✔
  • [COMPLETED] 7 Days
  • Full Of Scratches
  • Look At Me!!!                                            [Follow Sblm Membaca❤]
  • LURUH [END]
  • DEARWA [END]

[MK] Pernah berfikir bahwa hidup terlalu kejam? kau yang saat ini terpuruk karena cinta, atau kau yang sedang berharap tanpa kepastian akan menjadi apa kisah kalian. Percayalah, kalian tak pernah sendiri. Diluar sana, banyak juga yang merasakan sakit dan derita seperti yang kalian rasakan. Dan aku, aku pun merasakan semua itu. Aku yang harus melepaskan orang yang aku cintai, aku yang harus mengubur impianku untuk bisa bersamanya. Mungkin kau berfikir bahwa kisahmu teramat pedih, kau merasa hidupmu tak kuat lagi menahan kegetiran. Kisahku mungkin jauh lebih buruk dari itu. Kisah mereka pun mungkin jauh lebih buruk dari kisahmu. Namun, kita tahu bahwa kita tidak sendiri, kita masih berhak untuk tersenyum, kita masih berhak untuk menikmati kehangatan matahari setiap pagi. Apa pun, aku hanya ingin sampaikan satu hal padamu, cinta memang tak selamanya harus memiliki, dan kau tetaplah layak bahagia dengan siapa pun yang benar-benar berjuang untukmu. "I know in this world there can't be a life that runs smoothly ..." Ucapku sambil tersenyum getir, mengingat semua perlakuan manis Jeon kepadaku. Tetapi kenapa Jeon? But why does it have to be Jeon!!? -Tahun 1986, kota London-

More details
WpActionLinkContent Guidelines