We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Jerico
  • WpView
    Reads 188
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 20, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
"Brengsek lo!" Maki sosok pria berperawakan tinggi, putih. Lelaki tersebut terlihat tampak kesal. Pada sosok dua pria yang berada di depannya. "Santai, santai jodoh nggak bakal kemana-mana." Balas Eriko dengan tampang belagu. Jerico terlihat sedang menahan amarah. Kalau bukan temen sendiri, pasti udah di cobek-cobek. Di sisi lain Praja sedang sibuk mengamati koridor sekolah yang tiba-tiba di kerumunin para siswa-siswi. "Eh, ada apa tuh rame-rame?" "Anjir! Cantik banget tuh cewek." Celutuk Praja emang nggak pernah liat cewek cantik aja udah kayak cacing kepanasan. "Pasti murid baru." Tambah Jerico dengan tidak sengaja bertatapan dengan Cewek itu, dan memasang wajah super dingin. Membuat Cewek tersebut terpaksa mengalihkan perhatian kepada murid-murid yang sedang terpesona dengan kecantikan wajahnya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Misi Kalisa (End)
  • Namanya Sabita [Terbit]
  • DERA❤
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • My Cold Crush - Complete
  • Preman Sekolah Jatuh Cinta (PINDAH KE DREAME)
  • ALEXON [END]
  • LEORA (New Version)
  • CINTA YANG NYATA

"Ngapain lo!" Suara seseorang menyadarkanku, membuatku berbalik lalu menatapnya intens. Cowok belagu lagi. "Menurut lo, gue ngapain disini?" Ucapku setelah satu detik mencoba setenang mungkin. Dia menatap langit langit perpustakaan. Lalu menatapku kembali. "Lo ngadem kan," ucapnya dingin. Dia bukan bertanya, lebih tepatnya nuduh. "Sotoy banget lo!" Ucapku ketus tapi masih kategori pelan. "Aneh aja. Cewek kaya lo meluangkan waktu di perpus, apalagi sekarang nyari buku di rak matematika," ucapnya datar. "Emang kenapa?" Sahutku mulai kebawa emosi. Dia tersenyum miring. "Nggak pantes!" Ucapnya sambil mengeja. Lalu meninggalkanku dengan tersenyum devil. "Kenzo," panggilku berhasil membuatnya menoleh. Risih banget pertama kali manggil namanya. "Keren doang ya muka lo, tapi mulut lo busuk!" Mampus lo! Sakit hati sakit hati lo. Bodo amat dah. "Jadi gue keren?" "What?" Aku shock mendengarnya. "Thanks ya," ucapnya tersenyum sekilas sebelum benar benar meninggalkanku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines