Closest mate

Closest mate

  • WpView
    Reads 40
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 7, 2017
Dentuman musik bar diskotik yang cukup keras membuat diriku semakin bersemangat untuk tetap berada di sini, para wanita cantik sudah mulai berbaris dan sudah mulai mendekatkan tubuhnya ke arah diriku, memaksaku untuk menyewanya, tetapi tatapanku tertuju pada wanita yang ada di depan dekat meja minuman di samping para pramusaji, sepertinya dia disini hanya sekedar minum saja... _____________________________________________________________________ Aku-pun mendekatinya.. Menurutku dia sangat cantik berbalut dress selutut barwarna biru dan ditambah lagi dengan rambutnya yang tergerai ke samping agak berantakan membuat dirinya bertambah sensual.. _____________________________________________________________________ Wajahnya yang tirus di tambah lagi bibirnya yang ranum membuat diriku untuk segera ingin memakannya Tapi kuurungkan niatku karna aku tidak ingin menjadi lelaki yang bejat, yang langsung meniduri dirinya dikala dia sedang terkulai lemas... Aku harus bisa mendapatkan hatinya... _____________________________________________________________________ dilarang keras untuk mencopy cerita cerita ini asli buatan author bagi yang ketahuan menyalin, mengikuti ide cerita akan saya tindak tegas tolong beritahu saya jika ada yang ketahuan mengikuti ide cerita Terima kasih
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bunga terakhir, Camelia
  • Tempted
  • BarraKilla
  • Like a Boss
  • You're Mine (On Going)
  • Squirt JOB.
  • Dunia Davin
  • Fierce Love
  • LOVE, LUST, & LIFE DEMANDS - A Wattpad Romance by DIAN NITA S.
  • Mistake: it began as a mistake

[Based on true story] "Kalo gue boleh milih itu udah pasti lo!" Camelia menyenderkan kepalanya di bahuku. "Andai aja gue belom dilamar sama dia, gue pasti masih menunggu sampai lo siap." Lanjutnya. "Iya gue percaya." Sahutku sembari membelai surai hitam panjangnya, mencium aroma tubuhnya yang selalu aku suka. "Kalo gitu, kenapa gue gak bisa sama lo?" Tanyanya mengendurkan jarak dan menatapku, ada rasa ketidakpuasan tercipta dimatanya. Aku menghela nafas, "Kehendak Tuhan." Camelia diam, tak lama perempuan berwajah ayu itu memajukan kepalanya mendekati wajahku. Ia menciumku. Tepat di bibir.

More details
WpActionLinkContent Guidelines