Mr. & Mrs.

Mr. & Mrs.

  • WpView
    Reads 180
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 9, 2017
Aku tidak tahu kenapa aku bersedia untuk mendampingi dirinya. Menurut orang lain, dia sosok yang bisa saja, bahkan cenderung 'berbeda'. Menurut orang lain pun, kami jauh dari kata serasi. Aku cerewet, dia kaku. Bukan!, bukan seperti dalam novel yang sering kamu baca, dia bukan orang yang kekayaannya melimpah, dingin, kaku, tapi keren atau apalah itu yang biasanya kamu baca. Dia lain!. Dan sikapnya yang 'berbeda' itu kadang membuatku merasa beruntung, atau bahkan merasa sedih. Terkadang, aku bahkan goyah. Ada rasa lelah ingin berhenti. Pergi jauh meninggalkannya untuk mencari yang 'lebih' darinya. Namun, entahlah.. kenapa aku kembali lagi padanya, selalu dan selalu. Apakah ini cinta? Aku rasa, lebih dari itu.. karena bukan hanya bermodal cinta aku bersedia hidup dengannya. Dia yang 'berbeda' membuatku memilih bersamanya. Hei Mr. Terimakasih telah menjadikanku Mrs. cover : google
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Turun Ranjang
  • YOUR HAPPINESS
  • "Singgah"
  • Love Is Gone [END] (Proses Revisi Bertahap)
  • Nikah (TIDAK) Terpaksa
  • Do you love me???
  • sorry but I love you S2 [nikhoon/Hoonki] End✓
  • A' Little Girl
  • Eysha Love Story'
  • let me go [end]

"Kenapa kamu bisa yakin kalau kita akan bertemu lagi ?" "Karena kita pasti akan ketemu lagi ..." "Bagaimana kalau saat kita bertemu kamu sudah menikah? atau aku sudah menikah?" "Aku hanya akan menikah denganmu ...." "Sebegitu yakinnya aku akan menikah denganmu? lalu bagaimana kalau aku sudah menikah?" "Kamu pasti akan menikah denganku .." "Aku tidak yakin ...." "Berani taruhan?" "Apa taruhannya?" "Kalau kita menikah ... kamu boleh meminta apapun padaku .... dan aku akan mengabulkannya tapi tidak dengan 3 hal ...." "Apa itu ..." "Yang pertama ... tidak ada orang ketiga dalam bentuk apapun ... mau istri atau suami lainnya, kekasih atau apapun namanya ... Yang kedua ... tidak ada permintaan perceraian ... sampai maut memisahkan ... Yang ketiga .... tidak ada perpisahan ... dalam bentuk apapun ...." "Deal ..... aku hanya akan meminta 1 hal ..... tapi aku tidak tahu apakah kamu bisa mengabulkan atau tidak ..... tapi aku katakan saat ini juga ..." "Katakan sayang ... apa permintaanmu ..." "Kalau kita menikah .... aku hanya memintamu untuk membuatku hamil ...." "Bagaimana mungkin ... kamu laki - laki ..." "Sampai kita bertemu lagi ... dan sampai kita menikah ... pikirkan hal itu baik - baik ...... "

More details
WpActionLinkContent Guidelines