Mr. & Mrs.

Mr. & Mrs.

  • WpView
    Reads 180
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 9, 2017
Aku tidak tahu kenapa aku bersedia untuk mendampingi dirinya. Menurut orang lain, dia sosok yang bisa saja, bahkan cenderung 'berbeda'. Menurut orang lain pun, kami jauh dari kata serasi. Aku cerewet, dia kaku. Bukan!, bukan seperti dalam novel yang sering kamu baca, dia bukan orang yang kekayaannya melimpah, dingin, kaku, tapi keren atau apalah itu yang biasanya kamu baca. Dia lain!. Dan sikapnya yang 'berbeda' itu kadang membuatku merasa beruntung, atau bahkan merasa sedih. Terkadang, aku bahkan goyah. Ada rasa lelah ingin berhenti. Pergi jauh meninggalkannya untuk mencari yang 'lebih' darinya. Namun, entahlah.. kenapa aku kembali lagi padanya, selalu dan selalu. Apakah ini cinta? Aku rasa, lebih dari itu.. karena bukan hanya bermodal cinta aku bersedia hidup dengannya. Dia yang 'berbeda' membuatku memilih bersamanya. Hei Mr. Terimakasih telah menjadikanku Mrs. cover : google
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Secret Admirer
  • You are my house_ ( Chanbaek)  END
  • Eysha Love Story'
  • ALISHA (end)
  • Cinta Istri Pengganti✔
  • TAK BERSAMBUT
  • flashback~
  • let me go [end]
  • Love Is Gone [END] (Proses Revisi Bertahap)
  • Turun Ranjang

Apa yang kamu pikirkan mengenai mencintai? Melihat ia yang dari jauh? Menatap senyumnya yang memukau? Diam-diam berharap ia berbalik menatapmu dan merasakan apa yang kamu rasakan? Merasa bahagia ketika ia hanya mengingat apa yang pernah terjadi antara kalian? Senang hanya dengan bertukar sapaan? Senang karena bisa duduk disampingnya? Jadi menurutmu apa yang kamu rasakan ketika harus mencintai seseorang tetapi tak bisa mengungkapkannya. Perasan itu terasa nyata olehmu tapi ketakutan itu juga terasa begitu mengintimidasi. Apa yang harus kamu lakukan? Tetap menatapnya sembunyi-sembunyi? Bersikap munafik dengan cukup bahagia hanya memandangnya dan bertukar sapaan saja. Atau harus bersikap egois dengan memberanikan diri menyatakan bahwa kamu ingin memilikinya? Semuanya terasa rumit ketika cinta datang. Sejenak aku selalu berpikir dua hati yang saling menyatu adalah sebuah kejaiban lalu bagaimana dengan tiga hati yang terpaut? Akankah semuanya baik-baik saja? Mungkinkah akan berakhir bahagia seperti fairy tale yang ibuku ceritakan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines