We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
monstar

monstar

  • WpView
    Reads 173
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 27, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
Cerita ini bercerita tentang kisah para murid SMA yang berusaha mengejar impiannya. Sheila marinda putri adalah seorang gadis Indonesia yang selama ini tinggal di bandung.sheila membenci ibunya karena menurutnya ia yang menyebabkan ayahnya meninggal. Sementara itu,Aditya Naufal Dary adalah vokalis boygroup Men in Black,Ia pandai mengaransement lagu. Aditya mempunyai hubungan yang buruk dengan ibunya. Ia menyukai Sheila dan harus bersaing dengan Agam Abdilah Pratama , sahabatnya ketika masih kecil.
All Rights Reserved
#103
sheila
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aku Yang Selalu Diremehkan
  • Analog Melankolis
  • ATARICK [OFF]
  • BAYANGAN YANG TIDAK PERNAH PULANG
  • Jejak Dalam Bayang
  • DIKA BUMI PUTRA NARENDRA
  • Popularitas adalah Segalanya (Melodi)
  • SKY "First Time"
  • Cinta Tak Harus Memiliki

Angga, seorang remaja pendiam yang gemar menggambar, selalu dianggap tidak berguna oleh ayahnya yang keras dan otoriter. Dalam keluarga yang mengagungkan prestasi akademik dan kesuksesan finansial, minat Angga terhadap seni dianggap sebagai hal sepele yang tidak memiliki masa depan. Hari demi hari, Angga dihujani kata-kata kasar dan sindiran yang menorehkan luka di hatinya. Di sekolah, Angga juga bukan siapa-siapa. Ia adalah bayangan yang tak terlihat, seorang anak yang duduk di pojok kelas, diam tanpa suara. Hanya secarik kertas dan pensil yang menjadi sahabat setianya. Namun, dalam dunia sketsa hitam-putih itu, Angga merasa bebas. Ia bisa menciptakan dunia yang ia inginkan - dunia di mana ia adalah pahlawan utama yang tak tertandingi. Namun, semua itu berubah ketika Angga bertemu dengan seorang mentor tak terduga, seorang pelukis jalanan yang pernah merasakan pahitnya diremehkan. Lewat bimbingan mentornya, Angga mulai menemukan kekuatan dalam dirinya. Ia belajar bahwa setiap goresan pensilnya adalah suara yang tak lagi bisa diabaikan. Seiring waktu, Angga mulai menunjukkan kemampuannya. Namun, ketika kesempatan besar datang - sebuah kompetisi seni bergengsi - Angga harus memilih antara mengejar mimpinya atau tetap tunduk pada bayangan sang ayah. Akankah Angga berhasil membuktikan bahwa ia lebih dari sekadar bayangan, atau justru tenggelam semakin dalam dalam cemoohan dan keraguan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines