Ora-normal Activity

Ora-normal Activity

  • WpView
    Reads 58
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 8, 2017
WpInfo
Fiction
Paranormal
Koas. Suatu fase perjalanan seseorang menjadi dokter yang seringkali menjadi momok menakutkan di mata para pelakunya. Tidak hanya jadi bahan bulan-bulanan dosen, bertemu dengan berbagai macam kasus pasien juga bisa membuat jantung berdebar tidak karuan. Hantu. Nama lainnya ghost. Sosok mengerikan yang 'katanya' berasal dari jiwa orang yang telah mati, namun matinya tidak tenang. Mulai dari yang sebangsa tuyul sampai yang sekelas Leak, semuanya disebut hantu. Semuanya menakutkan. Koas itu menakutkan. Hantu juga menakutkan. Lagi koas ketemu hantu? Mati aja lo. Itulah yang dialami oleh tujuh anak muda dengan cita-cita mulia menjadi seorang dokter. Kiyan, sang mantan ketua kelas yang gampang baper. Rini, sang penyanyi kondang(an) yang sepolos langit-langit kamar rawat. Faiz, si cowok misterius yang mukanya sedatar talenan. Elvi, pegulat profesional yang nggak takut apapun. Dean, cowok bule ngondek akibat terlalu sering bergaul sama ukhties. Lana, uztadzah alim yang kalau buka kerudung jadi Sasuke Uchiha. Juga Aisyah alias Isa, nama rohani kelakukan roh halus. Tujuh orang, tujuh kepribadian. Disatukan dalam kelompok koas nomor 10. Kehidupan perkoasan mereka yang begitu datar seperti dada Faiz berubah 180º semenjak kedatangan cewek Bali, Rani, yang katanya lagi pertukaran pelajar. Malam-malam jaga yang biasanya adem ayem menjadi dipenuhi makhluk-makhluk pengganggu. Alias hantu. Ketika karir kedokteran mereka terancam runtuh akibat gangguan makhluk dari dimensi lain, mampukah mereka berjuang bersama mengatasi ketakutan mereka? Lalu siapakah Rani? Rahasia apa yang dibawa oleh sang gadis Bali yang membuat para makhluk begitu tertarik pada mereka?
All Rights Reserved
#197
kedokteran
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hantu Naci Piuu! [END]
  • Alina Journey [END]
  • PROMISE
  • The Secrets of Prince
  • Love Forza (End)

Kecil, putih, terbang melesat? Apalagi, kalau bukan Naci (nasi kecil) seorang hantu yang tinggal di pohon pete bersama keluarganya. Dia mati, sudah 5 tahun berlalu, tetapi dia kembali ke hadapannya. Hanya untuk memanfatkannya, tidak masalah dia senang. Namun, ketakutan dalam kenyataan tentang perasaan tidak ingin ditinggal kembali, itu selalu mengganggunya menjadi obsesi gelap. "Cepat atau lambat aku akan pergi kembali Mas. Jadi, ayo kita ukir takdir kita sendiri dengan bahagia kali ini, dengan sisa yang ada, sebelum semuanya kembali lenyap dari pandangan." Pria itu membantah dengan tegas. "Jalani saja sekarang ini, aku mau egois untuk satu hal itu, apalagi yang bersangkut pautkan dengan dirimu. Tidak ada hal yang harus dibantah, kata kamu mari kita ukir takdir kita sendiri dengan bahagia, 'kan? Jadi, ayo kita ukir dengan aku sebagai porosnya." Sudut bibirnya terangkat, perlahan turun. Iris cokelat itu menatap dalam gadisnya. "Tidak ada perpisahan yang sakit mulai sekarang. Jadi, ayo ikuti kemauanku seolah-olah kamu hidup kembali." Sungguh gila! Kenyataan apalagi yang harus wanita itu terima, seharusnya bukan seperti ini. Menerima obsesi gelap dari pemuda yang pernah singgah di hatinya. Kemalangan datang di saat semua orang mangkir dari tanggung jawab. Ini tentang pria yang balik ke kampung halaman, membuka luka lama yang selama ini ia pendam dan memilih pergi ke kota. Dengan kembalinya dia ke desa apakah yang akan dia dapatkan? Kemalangan bertemu hantu jail atau kesenangan. Karena ada rahasia yang terkuak secara perlahan. Suara ciri khas Naci adalah PIU. "Piu, Piu, Piu." Bahasa yang hanya dimengerti bangsa jin. ⚠️PLAGIAT JAUH-JAUH SANA! DILARANG MENYALIN DALAM BENTUK APA PUN! HARGAIN JERIH PAYAH ORANG LAIN, KALAU KAMU ORANG~ #8 Humor 3/5/24 #1 Arwah 14/5/24 #1 Hantu 16/5/24 #2 Fiksi umum 21/8/24 #3 Romansa 20/5/25 #5 Fantasi 20/5/25 #3 darkromance 20/5/25

More details
WpActionLinkContent Guidelines