Terjaga

Terjaga

  • WpView
    Reads 747
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Thu, Jul 26, 2018
Percaya adalah yakin terhadap apa yang tidak kita lihat dan imbalan atas kayakinan itu adalah melihat apa yang kita percaya. Hidup? Jika hidup sekadar hidup maka babi di hutan juga hidup, jika makan sekadar makan maka monyet di kebun binatang juga diberi makan, jika hidup sebatas mencari tahta dan harta maka tetua mati tak membawanya. Lalu apa bedanya hidupmu? Tentu jika kamu manusia, maka kamu punya malu, itu bedanya. Warisan alamiah yang kau warisi, ialah akal dan hati. Akal adalah otak yang paling logis dan hati adalah otak yang tidak logis, karena itu keduanya berjalan bersama tapi saling bertolak belakang. Jangan benturkan keduanya karena mereka rapuh, tuntun akal dan hatimu berkolaborasi dengan semesta maka mereka akan saling menguatkan. Malu, jika kau tak sanggup mempertanggungjawabkan harta warismu. (#5)
All Rights Reserved
#15
kalam
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • CHERISH
  • HATE BE LOVE (END)
  • STEALING YOU
  • FLAT LOVE [Harqeel]
  • Faith in You : The Seeker
  • Could you be a home for me? [TAMAT]
  • Rencana Allah lebih baik daripada rencanamu by: lianah putri dewi
CHERISH

"What if we never meet again? Or, what if I didn't follow this home? Is it possible for us to meet again?" --Althea Cassandra-- "If it's impossible, I will find a way for you to be my home. You know, it is what we call a "soulmate". No matter how far the distance can make us fall apart, love will find the way." --Harzan Dirgantara Sanjaya-- Cherish adalah tentang kisah waktu yang tidak pernah benarbenar menghapus rasa. Ketika dunia memaksa Althea untuk memilih, menyembuhkan atau merelakan. Harzan-pria yang selalu hidup dalam harmoni dan kesunyian, menjaga rasa yang entah berapa lama lagi bisa dia utarakan. Harzan datang bukan untuk merelakan Althea yang sudah menjadi kepingan memorinya, namun untuk menyembuhkan kepingan itu menjadi utuh juga untuk menunjukkan bahwa tak semua yang patah harus dibuang, dimulai dari satu nada oleh dua jiwa yang dulu pernah hilang, lalu saling menemukan kembali.

More details
WpActionLinkContent Guidelines