CERITA TENTANG ALDZISA

CERITA TENTANG ALDZISA

  • WpView
    LECTURAS 70
  • WpVote
    Votos 24
  • WpPart
    Partes 7
WpMetadataReadContenido adultoConcluida sáb, abr 29, 2017
WpInfo
Poesía
Kumpulan puisi yang bertajuk penantian. Rindu yang tiada berbalas pada sebilah hati yang termakan bara cinta, hingga jiwa itu ternodai sakitnya darah rindu yang terus mengalir basahi kehidupan pujangga. Kisah yang di angkat dari kehidupan nyata, terangkum dalam kuntuman puisi dan prosais. tersaji hingga kita dapat merasakan asa yang terjebak dalam perasaan akan rasa sakit yang mendalam. apakah rindu ini akan terbalas? atau mungkin malah tersia-siakan tanpa adanya iba yang terjurus? baca terus kisahnya dalam kisah ini.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • MENCINTAIMU, SEINDAH TUHAN MENCIPTAKANMU
  • TENTANG RASA
  • Setelah Langit Berbisik
  • Ruang Kosong di Antara Jingga
  • Ruang Gelap: Ketenangan dalam Hitam
  • Desahan Rindu
  • Rindu Yang Tak Pernah Diam
  • CATATAN SEBUAH HATI : Puisi Cinta, Luka, dan Kerinduan

Aku percaya cinta adalah sebuah pelukan hangat, bahkan di tengah gemuruh hujan. Tapi siapa sangka, pelukan yang sama kini meninggalkan dingin di tubuhku? Kamu meninggalkanku, dan aku tak pernah siap untuk kehilanganmu. Kehilanganmu bukan sekadar perginya seseorang dalam hidupku. Kehilanganmu adalah tentang diriku yang kian merapuh, bagian-bagian dari diriku yang tercerai-berai, seperti serpihan kaca yang tak tahu bagaimana akan kembali utuh. Aku mencoba menulis surat untukmu, berharap kata-kata bisa menggantikan kehadiran yang hilang. Namun, setiap huruf yang kutulis, hanya menambah luka, mengingatkanku pada rindu yang tak akan pernah sampai kepadamu. Mungkin, mencintaimu adalah keindahan sekaligus kutukan. Sebuah hadiah yang diiringi keperihan tanpa akhir. Dan di sinilah aku, yang dalam diam melangitkan namamu. Untukmu, yang kucintai dengan penuh Namun tak pernah menyadari kehadiranku. Buku ini sengaja ditulis untuk nama yang selalu kulangitkan namun enggan untuk menyambutku, yang hadirnya pernah membuat duniaku mekar dengan indah, yang kehilangannya membuat diriku merapuh bersama serpihan luka yang ia tinggalkan. Dan buku ini sekaligus dedikasi untuk mereka yang pernah kehilangan, untuk hati yang berani mencintai meski tahu akan terluka. Karena di balik setiap tetesan air mata, selalu ada cerita yang layak untuk diceritakan.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido