Akmila
  • WpView
    Reads 6,148
  • WpVote
    Votes 163
  • WpPart
    Parts 32
WpMetadataReadComplete Wed, Oct 4, 2017
"Maaf aku gak bisa" Jawaban itu, jawaban itu yang membuat Marsel terkejut. Dia di tolak, seorang Marsel Rahardian di tolak. "Kenapa?" tanya Marsel "Karena ada hati seseorang yang menunggu-" jawab Akmila menggantung membuat Marsel tegang. Jangan sampai Akmila punya cinta yang lain, jangan sampai. Pikir Marsel "Yaitu... Kamu" Marsel mendongak saat Akmila mengatakannya yang sedari tadi menunduk takut apa yang dipikirkannya terjadi, dia takut di tolak. Tetapi setelah mendengar Akmila mengatakan itu Marsel mengira bahwa dia menerimanya. Akmila menerima cintanya. Marsel tersenyum dan langsung memeluk Akmila yang di balas pelukan Akmila di hadapan Gilang dan Kevin membuat mereka jadi iri melihatnya. Mereka terus berpelukan seakan tidak ada hari esok. Sekarang hati mereka bersatu, mereka memang saling mencintai dalam waktu yang dekat. Aneh bukan.
All Rights Reserved
#706
berpisah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Menikahi Sahabat Ibuku
  • HEARTBREAKING (On Going)
  • F A K E ? [End]
  • ALRIN
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • ALVANSA [Completed]
  • COMPLICATED
  • Don't Talk About Money
  • Dia Anggana.

!!!WARNING!!! BACALAH NOVEL INI SENDIRIAN JIKA TIDAK INGIN DI ANGGAP SEBAGAI ORANG GILA! Karena kesalahpahaman, Ana dipaksa menikah dengan seorang pria yang terpaut jauh dengan usianya. Dan siapa sangka, pria yang di nikahinya itu adalah seorang duda anak satu dan parahnya lagi dia adalah sahabat ibunya yang dulu sangat mencintai ibu Ana. Keduanya hidup bagai seekor kucing&tikus, setiap saat ada saja masalah yang diributkan. "Tolong-tolong, ada om-om cabul. Aku mau di nodai, tolong-tolong! Hmppp..." "Saya tadi ingin membopong kamu, karena kamu tidurnya ngebo! Dibangunin berulang kali tidak mempan. Seharusnya kamu seneng, ada yang perhatian sama kamu bukan malah menuduh saya pria cabul!" Sentak Aldi dengan nada membisik di telinga Ana. "Dengar yaa, om-om cabul aku sungguh tidak berharap digendong oleh dirimu. Lain kali gak usah nyari kesempatan dalam kesempitan!" Bentak Ana. "Hei, kamu itu dikasih hati malah ngelunjak minta cinta. Saya tidak minat berbuat lebih pada tubuh kecil, tepos, bodi bambu, depan belakang rata, muka pas-pasan pula. Jadi kaya apa nanti anakku kalo saya nikah dan suka sama kamu." "Heiii, huh huh.." dengan napas tersengal-sengal dan jari menunjuk wajah Aldi. "Siapa juga yang minta cinta dan kawin sama om cabul kaya kamu?! Dasar om-om tua, keriput, pelit, medit, cabul---"

More details
WpActionLinkContent Guidelines