Mengisahkan tentang bagaimana mimpi seorang freshgraduated keperawatan yang ditampar oleh pahitnya kenyataan. Naomi terpaksa merelakan mimpinya melanjutkan kuliah ke magister keperawatan jiwa karena sebuah penyakit fistula ani yang diderita. Hal ini membuatnya mengalami low selft esteem dan beranggapan bahwa dirinya merupakan pengangguran penyakitan dan investasi gagal orang tua. Berangkat dari hal itu, Naomi nekat mengikuti seleksi CPNS di salah satu Puskesmas di luar Provinsi untuk membuktikan bahwa ia mampu bersaing bahkan dalam kondisi sakit sekalipun. Setelah dinyatakan lulus seleksi, Naomi berangkat dengan kondisi pemulihan post op Fistula ani dan terdiagnosa Tuberkulosis. Disinilah semua proses pembentukan hidup Naomi dimulai. Ia banyak menghadapi kejadian yang tak mengenakan mulai dari diskriminasi karena penyakit, dipandang sebelah mata karena tidak memiliki pengalaman kerja, lingkungan kerja yang toxic, jauh dari support sistem yang ia miliki serta terkejut menyadari bahwa dunia kerja tak seindah apa yang dibayangkan. Hal itu menyadarkan Naomi bahwa mimpi yang sudah terganti menuntut dan membuatnya merasa apa yang dijalani saat ini bukanlah yang ia inginkan. Kisah tak berhenti disitu saja, Naomi juga dihadapkan pada kenyataan pahit mengenai kisah percintaannya dengan laki-laki Hong Kong tak beragama. Hal itu semakin rumit ketika waktu mempertanyakan akan seperti apa hubungan dengan tembok tinggi menjulang itu dibawa.
More details