BULLY (Terror In School)√

BULLY (Terror In School)√

  • WpView
    Reads 34,190
  • WpVote
    Votes 1,457
  • WpPart
    Parts 30
WpMetadataReadComplete Fri, Oct 6, 2017
Jangan pernah menganggap remeh anak yang pendiam karena dibalik kediamannya itu tersimpan dendam yang sangat mendalam. Sebab peristiwa bullying, terjadi terror yang menakutkan di sekolah yang mengakibatkan Ramona gadis 17 tahun ikut terlibat didalamnya. wanna know what happen? let's chek it out! Cerita 100% fiktif dan karangan sendiri, enjoy the story!! Since April, 07, 2017
All Rights Reserved
#20
fear
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TAK KASAT MATA -SELESAI-
  • Bleak Oath [END]
  •  THE NEXT ONE DIES
  • 𝐀𝐋𝐈𝐕𝐄
  • Seamless (TERBIT)
  • Proyek 17: Korban yang Terpilih
  • Kiara's Secret
  • Ice Love [COMPLETE]✔

Bangunan sekolah megah itu, siapa yang sangka menyimpan kisah kelam yang terjadi di beberapa tahun silam. Dan kini, kejadian yang sama kembali terulang. Murid mati. Bunuh diri. Tubuhnya jatuh tergeletak penuh darah tepat dihadapan Bella dan Leo. Dua orang itu terkesiap. Jantung Bella berdesir. Tangannya terkepal erat. kakinya melemah. Terlambat sedetik saja Leo menolong, gadis itu akan terkapar dilantai seperti mayat dihadapannya. Ada hal yang janggal dengan bunuh diri itu. Sebelum murid bernama Tamara itu benar-benar kehilangan nyawa, netranya sempat beradu tatap dengan Bella. Mulutnya bergerak-gerak, seperti ingin mengatakan sesuatu, namun Bella sama sekali tidak mengerti apa maksudnya. Tetapi, satu hal yang pasti. Setelah insiden bunuh diri itu terjadi, kehidupan Bella dan Leo tidak lagi sama seperti sebelumnya. Apa sebenarnya yang terjadi?. Bagaimana awal mula terjadinya bunuh diri itu?. Ada hal tersembunyi apa antara Bella, Leo, dan Tamara sampai sosok gadis itu meneror keduanya?. **** "lo udah gila ya neriakan Tasya kaya gitu?!" omel Leo. Alvin dan Julian saling bertukar pandang. Tidak biasanya Leo mengomel seperti sekarang. "nggak ada yang neriakin kak Tasya" sangkal Bella. "terus itu tadi apa?. Hantu?" "iya" **** "tadi itu bukan kak Tasya" ucap Bella lagi. "tapi Tamara" "Tamara?" ulang Julian. "murid yang bunuh diri kemarin?" "iya kak" "kok bisa??" dahi Julian mengkerut. Tidak butuh waktu lama baginya untuk percaya dengan Bella. Wajah pucat gadis itu sudah megambarkan kebenaran dari ucapannya yang barusan. "gue juga nggak tau" **** "jadi, maksudnya, bisa aja sekarang kita berdua lagi diikuti sosok Tamara??" "nggak tau. Tapi, kalau lo penasaran, kita bisa pergi ke rumah teman gue siang nanti" ****

More details
WpActionLinkContent Guidelines