Software Cinta

Software Cinta

  • WpView
    Reads 14
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 8, 2017
krauss.. krauss.. "hmm..keju benar benar lezat!" kulaju kesibukan ku masih dengan ketikan dan mouse klik..klik..ENTER "430 hari 7 jam 4 menit 25...umm.. ralat! 30!"kataku smbil melihat jam digital di samping meja bersebelahan dengan boneka doraemon usang kecil pemberian papa. kulit pucat tak berseri dan kantung mata buatan sendiri tapi, akhirnya selesaai... kurenggangkan otot otot ku dengan menarik tangan ku keatas dan rileks Ahhh...dengan mulut masih terbumbui chips keju. Kulirik cermin kecil retak dan kuusap noda di mulut ku dengan punggung tangan. project papa telah kuselesaikan dan sekarang akan kusimpan. 2 tahun lebih dihabiskan oleh Winata di kamar pribadi tanpa satupun yang menggangu. tak pernah sekalipun keluar dari kamarnya. Semua telah tersedia mulai dari sandang, pangan dan semuanya. Dia tidak dikurung ataupun di kekang.Namun dirinya lah yang menghendaki keinginannya untuk tak keluar dari kamar nya agar bisa menyelsaikan project papa. Winata beranjak dari tempat duduknya menuju kasur dan duduk di pinggir, meoleh ke kanan ke nakas tepat disebelah kasurnya dan menatap foto itu. Mengambil dan mendekapnya dalam dalam, "papa...aku kangen"
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Regards, Natashira (END)
  • Rejjan - ZIO's PAPA!
  • Yes, Sir
  • Lisa [Sudah Terbit dalam Bentuk E-Book]
  • Black Out III
  • Bersaing atau Bersama? Pilih Satu!
  • BAGAIMANA MALAM INI? KAMU SUKA? [END]
  • Gadis Tteokbokki & Cowok Mochaccino (DITERBITKAN)
  • Pengganti  [END]
  • Naughty Nanny

"Kedatangan saya kemari, berniat untuk melamar anak bapak dan ibu..." ucapnya to the point, dia tidak mengerti cara lamar anak orang bagaimana. Lebih baik langsung ke inti, latar belakang nanti saja dijelaskan belakangan Sepasang suami istri itu saling pandang, "Kenapa Mas Rakta tiba-tiba datang melamar? Apa sudah kenal dekat dengan anak saya?" "Belum." "Belum sepenuhnya" Ruang tamu rumah satu lantai itu hening... suara angin masuk berlahan melalui jendela, menghempaskan gorden tipis yang sudah terikat. "mas, panggil anaknya aja" saran mamanya menepuk bahu sang suami Raka mulai menghentak-hentakan kaki gelisah, sepertinya keduanya salah kira... "Na... Shinaaa, sini nak. Ada yang datang..." Seorang perempuan yang sejak awal memang menguping pembicaraan di ruangan itu, bergegas keluar dari persembunyiannya "Bukan," Ucap Rakta memotong, membuat dua orang di depannya kebingungan, "yang saya maksud, anak bapak dan ibu yang lain," "Shira. Natashira..." Ucapannya semakin membuat sunyi seisi ruangan, "Kamu mengenal Shira? Shira sedang di Amerika, belum pernah kembali ke Jogja sudah lebih dari 10 tahun..." ucap sang ibu dengan penuh kebingungan "Saya kenal, kami satu SMA. " "Saya serius dengan niat saya ini..." "Saya serius ingin menikahi Shira"

More details
WpActionLinkContent Guidelines