Hear My Voice

Hear My Voice

  • WpView
    LECTURAS 2,696,355
  • WpVote
    Votos 180,577
  • WpPart
    Partes 58
WpMetadataReadConcluida mié, oct 9, 2024
WpInfo
Ficción
Romance
[COMPLETE]Flora Callia Valerie, atau sering dipanggil Flora. Cewek populer, cantik, tapi ditakuti cowok. Cewek tomboy yang jagonya berantem. Tapi kalau urusan pelajaran, dia mundur. Bukan karna gak pinter, hanya karna malas. Walaupun terkenal serem sama cowok, tetep banyak yang ngantri pengen jadi pacarnya. Ada tantangan tersendiri buat dapatin hati seorang Flora yang benci cowok. Flora paling anti sama cowok yang suka bikin cewek nangis. Contohnya, cowok macam Farshad Atharizz Calief. Ah, bukan. Dia satu-satunya musuh terbesar Flora. Hobinya tiap hari bikin cewek nangis. Type cowok yang kepopulerannya menyaingi Flora. Tampan, cerdas, cold, sangat tertutup. Farsh adalah laki-laki paling sombong yang pernah dikenal Flora. Itulah sebabnya ia tak punya teman. Kadang Flora bingung, kenapa masih banyak yang mengejar-ngejar cowok macam Farsh. Flora yang sangat menghindari Farsh malah terjebak untuk menjalani hari-harinya bersama Farsh hingga akhir semester. Farsh punya sejuta rahasia. Flora juga punya. Mereka masing-masing punya rahasia gelap. Bagaimana jika salah satu dari mereka mengetahui rahasia itu? Note : part masih utuh Ditulis mulai 9 April '17 Selesai 4 juli '17 No plagiarism, be original!
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Transmigrasi Ziora
  • Tsundere Maniak Susu
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • The Time
  • I'm Not Just a Figuran
  • GHAIKA (REVISI)
  • GRAVARENZO
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido