D-game

D-game

  • WpView
    Reads 903
  • WpVote
    Votes 102
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 26, 2017
Suatu hari, Kyoudai diberitakan menghilang. Dan bukan itu saja. Ternyata sebelum itu, ada banyak orang yang menghilang secara misterius. Kasus menghilangnya Kyoudai dan orang-orang tersebut membuat Ruka Kaname, ikut mencari tahu penyebab menghilangnya Kyoudai dan orang-orang tersebut. Dan ternyata, Ruka mengetahui jika kasus menghilangnya Kyoudai dan orang-orang tersebut ada hubungannya dengan D-game, game berbasis online yang akhir-akhir ini menjadi perbincangan publik dan terkenal di kalangan anak remaja. Karena alasan tersebut, Ruka pun ikut memainkan game itu. Namun, Ruka baru mengetahui jika D-game adalah permainan 'Killed or to be Killed', yang membuat para pemainnya dapat dengan bebas untuk membunuh pemain lain agar mendapatkan uang yang banyak. Dan para pemain yang sudah terikat di dalam permainan ini, tak akan bisa keluar. Apakah Ruka dapat keluar dari permainan ini? Bagaimana kah caranya agar dapat selamat dari para pemain lainnya, yang ternyata sedang mengincar nyawa nya? Jangan lupa vote dan komen:)
All Rights Reserved
#570
riddle
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MENGUMPAT !
  • [TERBIT] High School of Mystery: Scarlet Case
  • Psychopath Child
  • [END] High School of Mystery: Crimson Case
  • KURO BARA ( The Black Rosses )
  • GOODBYE [END]
  • My Psycopath Man (Sudah Terbit)
  • Werewolf Games!

Perempuan introvert ini mulai membuka diri, mulai bermain media sosial, lalu keanehan demi keanehan dalam dirinya mulai terjadi yang sekaligus menjadi penghubung antara masa lalu dan teman-temannya. "Aku berencana mengirimkan DVR ini bersama dengan seprei yang dipakai ketika malam pertama kami menikah. Barangkali terdengar konyol, tapi seprei ini ada noda bekas darah selaput perawanku, iya ini salah satu kenangan yang masih tersimpan rapih di kotak penyimpanan kamar tidur kami. Aku titipkan seprei ini kepadamu Eya. Jika nanti anak perempuanku sudah remaja tolong berikan kepadanya sehingga nanti dia bisa menjaga mahkota hanya untuk suaminya." Eya sering kali mengumpat dari rasa takut dan trauma yang sekaligus menjadi bentuk luapan dendam amarahnya. Segala hal mengenai kematian merangsek berubah menjadi obsesi. Kengerian-kengerian mulai mewujud dalam pikiran, seakan membabibutakan kesadaran, di antara nyata atau imaji hanya ada mati. Cattleya Kirana Dewi, adalah mimpi buruk bagi pikiran dan imajinya. Saat ajal mulai melingkari leher, mereka memohon kematian kepadanya, sedangkan kematian baginya hanyalah sebuah jembatan untuk menuju keabadian. Mengumpat di dalam kematian tidak lagi tabu bagi mereka yang menuju mati dalam umpatan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines