Lillian & Kaden

Lillian & Kaden

  • WpView
    Reads 64
  • WpVote
    Votes 26
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 12, 2017
Lillian Monroe tidak menyangka, bahwa pertemuannya dengan pacar ibunya empat bulan lalu itu mengantarkan kehidupannya yang monoton menjadi super-sinetron. "Ini mah, Ge-ge-es aja kalah saing." - April. Ibunya, Scarlet Monroe, bertemu dengan seorang pria. Mereka berhubungan selama dua tahun sebelum kemudian memutuskan untuk menikah. Masalahnya adalah baik sang ibu maupun pacarnya, William Kennedy, tidak pernah repot untuk bercerita bahwa William memiliki seorang putra yang berumur setahun lebih tua dari Lily. Enter Kaden Kennedy. Dia punya segala poin negatif yang bisa Lily sebutkan. Satu poin positif: tampan, check. Dan empat poin negatif: asshole, check. Player, check. Rude, check. Evil stepbrother material, check. Intinya: masalah! Dengan semua poin tercheck rapi, Lily memutuskan untuk menghindar konfrontasi apapun dengan Kaden. Tapi dasar semesta, doyannya hal-hal klasik. Jadilah, hidup Lily bak pemeran sampingan di sinetron tivi-tivi. Dang!
All Rights Reserved
#620
relationship
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tentang Lionel : Cerita dari Catherina
  • Diano Dan Aila
  • Fight Together {On Going}
  • (TERSEDIA DI INNOVEL/DREAME] G E V A N C I A || END ✔
  • Date The Devil
  • Joe and Lily
  • Silver Tounges
  • KENNARD - Living with the Bad Boy
  • Twins Different ( End )

B x G Menceritakan seorang perempuan yang bernama Erine, yang diam-diam menyimpan rasa pada seorang laki-laki bernama Lionel. Ia tidak pernah punya cukup keberanian untuk mengungkapkannya secara langsung, tapi lewat tatapan, perhatian kecil, dan momen-momen diam yang ia simpan sendiri-itulah caranya mencintai. Setiap hari, Erine mencoba tampil biasa saja di depan Lionel, padahal dalam hati, ia sibuk menenangkan degup jantungnya sendiri. Ia tahu, cintanya tak seindah kisah di film ataupun novel, tapi perasaannya tulus... meski hanya bisa diam di balik senyum. Dan meski Lionel belum tahu, Erine tetap percaya... mungkin suatu hari nanti, cintanya yang diam ini akan bersuara. Dan benar saja, seiring waktu berjalan, perlahan hati Lionel pun mulai terbuka. Ia mulai menyadari bahwa Erine-dengan segala ketulusan, perhatiannya, dan diamnya yang hangat-adalah seseorang yang sejak lama mencintainya dalam diam. Namun, Lionel masih terikat oleh bayang-bayang masa lalu. Luka yang belum benar-benar sembuh membuatnya ragu untuk membuka hati sepenuhnya. Tapi di antara keraguan itu, Lionel akhirnya mengaku... bahwa ia mulai mencintai Erine, meski perlahan, meski masih tersembunyi di balik kehati-hatian. Dan di situlah cerita mereka mulai berubah-bukan dari cinta yang meledak-ledak, tapi dari dua hati yang saling belajar percaya lagi, perlahan tapi pasti.

More details
WpActionLinkContent Guidelines