My Heart Journal

My Heart Journal

  • WpView
    LECTURAS 1,171
  • WpVote
    Votos 179
  • WpPart
    Partes 41
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, feb 14, 2020
WpInfo
Ficción
Romance
Terimakasih #3 uhibbuka #4 deelestari #6 gagasmedia #7 narasi #7 mediakita #13 penulisindonesia ( 10 Juni 2019 ) * Menuliskan rasa menjadi sebuah puisi, narasi, quote, dan atau sekedar kata-kata biasa, curahan hati yang nelangsa pun bahagia, dan motivasi hijrah. * Selamat membaca ;) Maaf kalau ada yang absurd, masih amatiran :D Salam literasi ! -Aurora-
Todos los derechos reservados
#22
mediakita
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Surat Cinta untuk Diriku Sendiri
  • Catatan hujan - "Quote&Poetry"
  • Indonesian Poetry
  • Haruskah Mati? √PART LENGKAP [TERBIT]
  • REGATHAN [END]
  • Secangkir Kopi dan Seutas Rindu [ COMPLETED ]
  • My Second Life (Completed)
  • Breathe
  • Jatuh Cinta itu Luka
  • The Green Sketchbook [END]

"Aku nggak mau ngerasain mentalku kembali hancur berantakan hingga rasanya hampir mati hanya karena cinta. Itu sebabnya, aku selalu takut untuk jatuh hati lagi." Ya, Ditha Aquila selalu takut kembali dibuat terluka sampai tak sadar bahwa ia sudah jadi sumber luka bagi Juna Pradirga. Lihatlah pada kebodohan yang ia buat. Takut ditinggal pergi, tetapi menomorsatukan ego dan gengsi. Ingin diyakinkan, tetapi tak pernah memberi kepercayaan. Mengharapkan yang serius, tetapi memutuskan hidup dalam hubungan tanpa status. Lebih dari ketakutannya untuk kembali dilukai, Ditha percaya bahwa orang yang mentalnya tidak stabil memang tak pantas untuk dicintai. Sebab, bagaimana caranya ia mencintai raga yang lain saat dirinya sendiri masih seringkali ia sakiti? Biar aku bertanya, apa yang akan kau putuskan jika seseorang datang pada saat luka masa lalumu belum sepenuhnya hilang? Memilih menerimanya? Atau justru, menolak kehadirannya dengan dalih sakit hatimu yang belum pulih? Keduanya sama-sama berisiko. Namun, kita selalu bisa memilih, risiko mana yang akan kita ambil. "Dan salah satu cara paling mudah untuk mencintai diri sendiri adalah dengan berhenti sejenak mencintai orang lain." PERINGATAN ⚠ Cerita ini bertemakan mental health. Pada beberapa part mengandung konten sensitif seperti adegan kekerasan fisik, self harm, hopeless, trust issues, dan suicidal thoughts. Publish : 1/09/2021 - 25/12/2021 Revisi [ New version ] : 19/02/2023 - Rank : #2 in puisi [04/10/22] #3 in quotes [30/11/23] #1 toxic relationship [31/07/22] #1 trustissue [28/08/22] #1 loveyourself [09/08/22]

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido