Her Yesterday, His Tomorrow

Her Yesterday, His Tomorrow

  • WpView
    LECTURAS 1,175
  • WpVote
    Votos 43
  • WpPart
    Partes 29
WpMetadataReadContenido adultoConcluida sáb, oct 27, 2018
Ryan Razaq, 28 tahun. lelaki yang memiliki wajah yang sama dengan Ibrahim Wijaya sangat membenci Gabriel Ana, cinta pertamanya yang membuat sahabatnya meninggal dalam sebuah kecelakaan. Gabriel Ana, gadis berusia 24 yang mengalami distorsi ingatan karena menyaksikan cinta pertamanya mati di depan matanya. Setelah kehilangan orang yang dicintai, mereka terpaksa hidup bersama. Sanggupkah mereka berdamai dengan masa lalu mereka? Atau justru masa lalu lah yang justru membelit masa depan mereka? Selamat membaca...
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • My Little Monster - Completed
  • Lovestuck Syndrome [END]
  • The Promise_
  • [End] Impossible Possibility
  • KANIA'S LOVER (Complete)
  • AGGA
  • He Was My First Romance
  • Love Therapy (Selesai)
  • REVANNA

Mata itu tiba-tiba terbuka dan menatapku. Langsung ke manik mataku. Aduh, copot deh ini jantung. Tali mana tali, buat ikat jantungku biar nggak jatuh. Hiks tolong.... "Kamu jangan pergi, temani aku disini," ucapnya pelan lalu memejamkan matanya lagi. "Hah? Mm... iya," gumamku sambil mengangguk pelan, meski ia tak melihatnya. "Kakak kenapa mabuk?" tanyaku memastikan apa ia bisa di ajak berbicara dengan normal. Lagi pula orang mabuk biasanya akan berkata jujur. Ku pikir dia ada masalah, meski jahat sih jika mendengar curhatan orang yang sedang mabuk, sedangkan aslinya ketika sadar ia akan memusuhiku lagi. Ilsya hanya tersenyum dalam tidurnya. Lantas tak lama bibirnya tiba-tiba melengkung kebawah, terlihat cemberut. Aku nyaris tersedak liur menahan tawa melihat ekspresi wajahnya yang dapat berubah-ubah dengan sendirinya. "Aku nggak suka liat kamu dengan orang lain." Jawabnya dengan raut wajah yang masih sedih. WHAATT?!! Ng-nggak suka, aku dengan yang lain? Sialan Monster ini, meski dalam keadaan mabukpun dia masih bisa membuatku grogi. "Maksud kakak apa?" tanyaku penasaran. "Aku suka kamu, bodoh!" jawabnya lantang, terdengar jelas di telingaku. Jedaaaaaaar...... Siapa yang sangka jika cinta bisa hadir dari rasa benci, dari caci, dari maki. Hinggi bersemi dalam hati tanpa bisa dipungkiri. Cinta ya cinta, tak memandang status, tak mmandang harta, derajat, ras, agama, dan jenis kelamin. Jika cinta telah menancapkan panahnya, siapapun takkan mampu menampiknya.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido