ANIMAL'S?! (Complete!)

ANIMAL'S?! (Complete!)

  • WpView
    MGA BUMASA 1,388
  • WpVote
    Mga Boto 88
  • WpPart
    Mga Parte 1
WpMetadataReadKumpleto Tue, Apr 11, 2017
WpInfo
Fanfic
Hanya secuil Kisah tentang keOOC'an dan keposesif'an Gaara. Dan kisah cintanya yang sangat Author harapkan! "Jangan tebar pesona dimana-mana!" "A-Aku.. Aku tidak tebar pesona.." Cicit Hinata kecil. "Kau Tebar Pesona!" Jerit Gaara frustasi. "Apa-apaan Ini! Kau tidak boleh pakai lipstick!" Gaara dengan marah namun tetap lembut mengelap Pemoles yang ada dibibir Hinata. "I-Ini.. Bukan lipstick kok.. I-Ini Lipblam.." Dan jawaban Hinata malah membuat Gaara semakin kesal. "IYA ITU!! Lipblam atau apapun itu Sialan!" Jerit Gaara lagi sembari menunjuk-nunjuk wajah Hinata dengan OOC nya. "Lalu apalagi ini!? Kau tidak cocok pakai bedak! Jangan pernah berdandan seperti ini lagi!" "Kau jelek! Sangat jelek! BENAR-BENAR JELEK!!" "Kau tidak boleh pakai apapun!" 'Itu hanya untuk ku! HANYA UNTUKKU!!' jerit Gaara dalam hati.
All Rights Reserved
#555
ooc
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Destiny
  • Waiting For You [TAMAT]
  • 𝗗𝗜𝗔 𝗜𝗞𝗬
  • GAARA 【End】
  • Forgive Me
  • "He's mine"
  • When Two Hearts Collide
  • BAD GIRL
  • ALDIR (SEGERA TERBIT)
  • 「 Our Life 」
Destiny

Isekai Bagi Hikari hanya sebuah genre komik yang sering dia baca, tapi apa jadinya jika dirinya sendiri malah terjebak dan mengalami kejadian persis seperti komik dan novel bacaannya. ------------ Jarak di antara mereka hampir hilang. Hinata bisa merasakan napas hangat Shikamaru di atas kulitnya, begitu dekat hingga setiap helaan napasnya mengirimkan sensasi yang menjalar di sepanjang punggungnya. Tangannya masih bertumpu di pinggangnya, menggiringnya dalam gerakan yang seakan hanya mereka berdua yang tahu ritmenya. Lalu, tanpa peringatan, Shikamaru menundukkan kepala sedikit, mendekat ke sisi lehernya, tepat di bawah telinganya. "Hinata..." ------- Tangan Sasuke yang tadi masuk saku sekarang bertumpu di pagar balkon, tepat di sampingnya. Dia tidak menyentuhnya, tapi kehadirannya terasa begitu nyata. Hinata bisa mencium aroma jasnya yang masih menyimpan sisa dingin udara malam. "Dan saat aku seperti ini, kau juga tidak tahu?" Sasuke bertanya lagi, nada suaranya rendah dan dalam. Jari Hinata sedikit mencengkeram gaunnya.

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman