Sakura Empat Musim

Sakura Empat Musim

  • WpView
    Reads 955
  • WpVote
    Votes 138
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 29, 2017
WpInfo
Non-Fiction
Satu di antara sekian untaian kalimat dari beragam kenalan yang kuterima saat usiaku genap dua puluh tahun. Ucapan selamat beserta doa tulus dari seseorang yang telah banyak membagikan ilmunya kepadaku. Skenario hidup manusia memang tidak bisa ditebak dan diterka. Siapa sangka, ibu guruku, sosok yang menuliskan ucapan selamat itu, yang dulu sempat bersedia mendengarkan celotehanku tentang cerita hidupku sebelumnya dan harapanku di masa yang akan datang, kini sudah terbang melewati samudra, menetap di Negeri Sakura. Dan, ucapan itu berhasil membuat pikiranku melamunkan sesuatu. 'Betapa aku sangat menikmati masa kecilku' Tak bisa kuelak, aku pun hanyut dengan kenangan sekian tahun yang lalu.... * "Musim apa yang paling kau sukai di Jepang?" Chisato-chan bertanya kepadaku suatu hari. "Semi!" jawabku tanpa ragu. "Alasannya?" "Karena aku paling senang melihat seluruh bumi negeri ini ditutupi dengan warna merah muda yang menenangkan mata. Sakura itu 'kan akan mekar di saat awal tahun ajaran baru di sini, yaitu di bulan April. Bagiku, sakura itu simbol bagi sesuatu yang baru dan menyenangkan. Mulai dari kelas baru, teman baru, dan pengalaman baru pada tahun itu, semua bermula dari bulan mekarnya sakura ini. Tapi sayangnya sakura hanya mekar sekitar satu bulan, atau bahkan hanya beberapa minggu...." "Jadi, apakah kau tidak menyukai musim-musim yang lain di Jepang?" "Aku suka, tentunya. Karena segala hal yang telah dan akan kualami di sini, di setiap musim, merupakan hal yang baru untukku. Pengalaman berhargaku. Tapi tetap saja, sakura punya arti tersendiri bagiku. Hmm...Mungkin aku bisa mengatakan, sakura terus bermekaran dalam diriku, sepanjang tahun. Aku ingin sakura tetap mekar, meski musim telah berganti. Membawa semangat baru dan pengalaman baru yang serat pelajaran, serta kebahagiaan baru yang akan terus dikenang...." Chisato-chan tersenyum mendengar penjelasanku. "Rawatlah dengan baik Sakura Empat Musim yang ada pada dirimu, sahabatku."
All Rights Reserved
#199
experience
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nee
  • Y♥U ARE MY DESTINY
  • ✅️ [16+] 14 Reasons Why
  • Harem with my older brother[END]
  • Sayonara Memories
  • Senyawa Abu-abu { F I N I S H }
  • A Dreamer : Sakura
  • Love Tone
  • a RAINBOW
  • Sakura Anak Nolep
Nee

Bunga sakura mekar dengan indahnya mengingatkanku pada seseorang. Entah apa yang kupikirkan, aku hanya teringat sebuah kisah cinta yang pernah kualami di negeri sakura ini. Rasa cemburu, sakit hati, sayang, rindu, semua kualami ketika mengenal orang itu. Sebuah kenangan bersama orang yang ku idolakan sejak lama. Pernah berfikir mustahil kami dapat menyatu karena perbedaan tempat dan status. Tapi nyatanya kami memperoleh kebahagiaan bersama. Aku menggendong bayiku dan menatapnya. Ia menunggingkan sebuah senyuman yang membuatku teringat akan masa lalu. Awal disaat aku telah bertemu dengannya. Bunga sakura yang mekar dengan indah membuatku rindu akan suasana dahulu. Satu nama yang kini telah menjadi orang yang paling berarti dalam hidupku. Sebuah kisah perjalanan cintaku yang penuh problematika. Permasalahan cinta yang hanya ada di negeri sakura ini. Aku terus memandang sederetan pohon sakura dari balkon rumah. Aku berfikir sejenak, jika kau mau memperjuangkan cinta sejatimu,kebahag

More details
WpActionLinkContent Guidelines