Undercover

Undercover

  • WpView
    Reads 473
  • WpVote
    Votes 74
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 9, 2019
Mengetahui kebenaran dari setiap kejadian tak selalu menjadi solusi yang baik. Terkadang tidak mengetahui kebenaran terasa jauh lebih baik. Kita tidak bisa menilai segala sesuatu hanya dari satu sisi. Karena hidup menjadi lebih menarik jika tidak mudah untuk ditebak. Ketika segala sesuatu berjalan dengan lancar, maka disaat itulah pertanda jika akan ada sesuatu yang tidak beres. Nb : hanya cerita sederhana dari seorang pemula yang masih perlu banyak belajar. Baca aja dulu, siapa tau nanti bermula dari penasaran jadi kecanduan. Dan berakhir ketergantungan. 😂😂
All Rights Reserved
#79
kenan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Trust
  • The Silent Invasion (END)
  • Shadows of the Main Story
  • LEITHLEACH
  • Aidan & Nara (END)
  • 𝐇𝐄𝐊𝐒𝐀𝐕𝐈𝐀𝐍
  • Effort ( COMPLETED )
  • INEFFABLE [COMPLETED]
  • Exchange Souls With Villains
  • Fall in You (Selesai)
Trust

Hidupnya indah, pada masanya. Satu masalah datang membuatnya bertransformasi menjadi dia yang lain, yang tak dikenal dan tak mau dikenal. Hidupnya berubah hitam, monoton, tak bergairah. Namun, ketika muncul setitik harapan cerah yang datang untuk membantunya kembali bangkit, hal lain muncul. Ragu itu muncul ketika harus dihadapkan pada kata percaya. Percaya untuk percaya dengan ketulusannya, atau tidak percaya karena banyak asumsi buruk yang berputar di kepalanya. Bagaimana jika ketulusan itu hanyalah kepalsuan? Ketika ia percaya, hanyalah penyesalan yang tercipta. Namun, bagaimana jika sebaliknya, ketulusan itu benar-benar sebuah ketulusan? Namun, pada kenyataannya ia masih berada di antara keduanya. Berpikir antara ya dan tidak, antara percaya dan tidak percaya. Terpaku pada garis yang sama, dengan satu ragu untuk memilih jalan yang mana. Ia tak mau salah untuk memilih. Lagi. Karena terakhir kali ia percaya, yang dipercayai mengkhianatinya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines