The Blue Heart (HIJRAH)

The Blue Heart (HIJRAH)

  • WpView
    MGA BUMASA 741
  • WpVote
    Mga Boto 74
  • WpPart
    Mga Parte 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Tue, Jun 26, 2018
Allah membiarkan gadis bernama Zulaikha menjemput hidayahnya di saat seorang Ketua OSIS dengan es biru mengalir di dalam hatinya datang dalam hidup Zulaikha. Ia memulai langkahnya dari garis start untuk mengarungi HIJRAH. Hijrah itu mudah, hanya saja istiqomah yang sulit. Semakin Zulaikha berusaha, semakin banyak kerikil-kerikil datang menyendat perjalanan hijrahnya. Tidak hanya itu, bahkan batu besar pun bisa menghantam tubuh lemah Zulaikha untuk istiqomah. Lalu bagaimana Zulaikha melewati itu? Apakah seorang Zulaikha dapat berdiri kokoh di jalan hijrah? Maka kenali hijrah mulai sekarang, lewat "The Blue Heart (HIJRAH)"
All Rights Reserved
#9
beriman
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Cinta Dalam Iman
  • Diary HijrahKu [COMPLETED✔]
  • Tomorrow With My Imam
  • Merindukan mu dalam diam [Revisi]
  • Halalkan Atau Tinggalkan
  • Benua Musafir
  • Diary Naifa [END]

Azha tidak pernah menyangka bahwa langkah pertamanya di pesantren akan mempertemukannya dengan Muaz-santri yang dingin, pendiam, dan selalu terlihat serius dengan hafalannya. Sejak awal, mereka berada di dunia yang berbeda. Muaz sibuk dengan hafalannya, sedangkan Azha berusaha menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Namun, takdir selalu punya cara unik untuk mempertemukan dua orang yang seharusnya berjalan di jalur masing-masing. Tatapan yang tak sengaja, pertemuan di tempat yang tak terduga, hingga percakapan-percakapan kecil yang membuat Azha menyadari bahwa Muaz tidak sekeras yang terlihat. Di antara hafalan dan kesibukan pesantren, Azha mulai memahami bahwa ada jeda di antara mereka-sesuatu yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Jeda itu bisa berupa harapan, doa, atau bahkan perasaan yang perlahan tumbuh namun tak bisa diungkapkan. Tapi ketika waktu mulai memisahkan mereka, Azha dan Muaz harus menghadapi kenyataan bahwa tidak semua perasaan bisa menemukan jalannya sendiri. Apakah keduanya akan tetap berada di jalur masing-masing, ataukah takdir akan membawa mereka kembali bertemu di titik yang sama? Sebuah kisah tentang perasaan yang terpendam, tentang ketulusan dalam diam, dan tentang bagaimana Allah selalu punya rencana terbaik di setiap jeda yang tercipta. 🕐 UPDATE SETIAP SELASA & MINGGU

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman